Foto:Dok. BGN
Jakarta, TM – Korban keracunan diduga karena Makan Bergizi Gratis (MBG) terus bertambah. Setelah ribuan pelajar di beberapa wilayah terdampak, kini kasus serupa dialami oleh 426 pelajar di Yogyakarta.
Sebagian besar dari ratusan siswa diduga keracunan MBG di SMAN 1 Yogyakarta itu mengalami sakit perut pada Kamis (16/10) dini hari.
Ngadiya, Kepala Sekolah tersebut menuturkan, laporan mulanya diterima dari salah seorang siswa yang menyebut banyak murid-murid di sekolah tersebut mengalami sakit perut pada Kamis dini hari.
“Ada yang diare dua kali, tiga kali tapi ada juga yang sakit perut saja. Sakit perut melilit,” kata Ngadiya, dikutip dari cnnindonesia.com, Kamis (16/10).
Ngadiya menjelaskan bahwa ratusan siswa tersebut mengalami dugaan keracunan MBG yang mereka konsumsi Rabu (15/10) siang. Ia menyebut Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah Wirobrajan juga sudah mengakui kemungkinan salah satu menu pemicu kejadian ini.
“Tadi dari SPPG mengakui kemungkinan memang ada keracunan dari MBG-nya, yaitu dari ayamnya,” ucap Ngadiya.
Berdasarkan keterangan dari pihak SPPG, mereka mengakui terlalu awal mengolah menu ayam saus barbeque. Jaraknya terlalu lama dengan waktu penyajian, yakni pukul 11.45 WIB.
Kata Ngadiya, beberapa siswa ada yang menyadari kejanggalan pada menu tersebut. Tapi, mereka kemudian mengira itu hanya masalah perbedaan bumbu masak.
Menurut Ngadiya, ada beberapa anak yang sempat dibawa ke Puskesmas. Tapi, tak seorang pun sampai menjalani rawat inap.
“Tadi pagi masih ada yang merasa sakit perut terus ke UKS, dikasih obat diare,” jelas Ngadiya.
Ngadiya mengatakan kejadian dugaan keracunan MBG baru pertama kali terjadi di sekolah yang ia pimpin, sejak program ini mencakup sekolahnya Agustus 2025.
Ngadiya mengatakan hingga hari ini, program MBG masih diberikan kepada siswa-siswi SMAN 1 Yogyakarta. Ia menyebut pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan pascakejadian ini.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengakui adanya keracunan pada program MBG.
“Memang ada gangguan. Ada keracunan makanan,” kata Prabowo di Jakarta, Rabu (15/10) malam.
“Tapi ketika kita menghitung jumlah makanan yang telah dibagikan, jumlah keracunan makanan, statistiknya 0,0007,” tambahnya.
Baca Juga: Siswa SMPN 1 Cisarua Sebut Ayam MBG Bau Bangkai
Prabowo mengatakan pihaknya terus berupaya untuk menekan angka keracunan MBG itu hingga nol kasus. Ia menekankan pemerintah sama sekali tidak menginginkan adanya anak Indonesia yang keracunan usai menyantap MBG.
“Tapi menurut saya, dalam setiap usaha manusia, untuk mencapai nol kecelakaan atau nol kesalahan, menurut saya hal itu sangat jarang terjadi,” ucap dia.
Prabowo menyatakan pemerintah tidak tinggal diam atas kasus keracunan itu. Ia mengatakan pemerintah telah meningkatkan SOP mereka di program MBG.
“Peralatan modern untuk memanaskan air, untuk memanaskan alat makan,” ucapnya.
Prabowo menyampaikan bahwa saat ini sudah ada sekitar 11.900 dapur yang beroperasi dengan 35,4 juta penerima manfaat dalam program MBG.
