Foto:Dok.TNI AD
Jakarta, TM – Presiden Prabowo Subianto meminta Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiapkan sebanyak 20 ribu prajurit sebagai pasukan penjaga perdamaian di Gaza jika Indonesia diminta berkontribusi setelah tercapai kesepakatan damai.
Instruksi tersebut diungkap oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi setelah Prabowo menggelar rapat terbatas (ratas) di kediaman pribadinya di Jalan Kertanegara IV, Jakarta, Minggu (12/10) malam.
“Tadi Bapak Presiden juga menyampaikan hal tersebut bahwa kalau memang kemudian tercapai kesepakatan ke arah yang baik dalam artian terjadi perdamaian dan kemudian salah satu konsekuensinya adalah kita, Indonesia, diminta untuk ikut serta membantu mengirimkan pasukan perdamaian,” kata Prasetyo Hadi.
“Dan juga dibahas dan diminta (Presiden) kepada tadi alhamdulillah yang hadir adalah Wakil Panglima TNI untuk juga mulai mempersiapkan diri. Manakala dibutuhkan kita sudah siap,” sambung dia.
Arahan Prabowo tersebut juga selaras dengan apa yang disampaikan di Sidang Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, pada 23 September 2025.
Ia menegaskan, Indonesia berkomitmen untuk terus aktif menjaga perdamaian secara nyata, tidak hanya melalui diplomasi, tetapi juga dengan penempatan pasukan di lapangan.
“Jika Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB memutuskan, Indonesia siap mengirim 20 ribu, bahkan lebih, putra-putri kami untuk mengamankan perdamaian di Gaza, Ukraina, Sudan, Libya, atau di mana pun perdamaian dibutuhkan,” ungkap Presiden.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tiba di Mesir untuk Hadiri Penandatanganan Perdamaian Gaza
Hadiri KTT Perdamaian di Mesir
Presiden Prabowo dilaporkan telah tiba di Mesir untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Sharm El-Sheikh pada Senin (13/10).
Kantor Presiden Mesir, Abdel Fattah El-Sisi menjelaskan, pertemuan tersebut digelar untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza, meningkatkan upaya untuk mencapai perdamaian serta stabilitas di Timur Tengah, dan mengawali era baru keamanan regional.
Kementerian Luar Negeri Mesir bahkan menyebut bahwa sebuah dokumen untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza diperkirakan akan ditandatangani selama pertemuan bersejarah tersebut.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi akan memimpin KTT perdamaian Gaza di Sharm el-Sheikh, besok. Pertemuan untuk mengakhiri perang di Gaza itu akan dihadiri lebih dari 20 pemimpin dunia dan juga Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
