Foto:Dok.Istimewa
Jakarta, TM – Puluhan siswa SMP Negeri 1 Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, mengeluhkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak layak. Bahkan salah seorang siswa menyebut hidangan MBG mengeluarkan bau tidak sedap.
“Saya makan sekitar jam 10, menunya tahu, melon, ayam kecap, sama sayur. Tapi ayamnya bau bangkai, hanyir gitu. Setelah makan, saya muntah dua kali,” kata DO, salah seorang siswa di posko SMPN 1 Cisarua, Bandung Barat, Selasa (14/10).
Akibatnya, mereka yang menyantap MBG mengalami gejala keracunan, seperti pusing, mual, dan muntah.
Di lokasi yang sama, kakak dari DO mengaku khawatir atas kejadian tersebut dan meminta agar program makan gratis sementara dihentikan hingga penyebabnya jelas.
“Paling disetop aja dulu, soalnya takut kejadian lagi,” ujarnya.
Baca Juga: Hakim PN Jaksel Tolak Praperadilan Nadiem Makarim, Kejagung Tegaskan Penetapan Tersangka Sah
Data korban hingga Selasa (14/10) pukul 17.27 WIB tercatat 115 siswa terdampak. Dari jumlah tersebut 11 orang ditangani di posko sekolah, 56 siswa dirujuk ke Puskesmas Cisarua, RSUD Lembang dan RS Cibabat dan 48 siswa telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan.
Berdasarkan pantauan lapangan di posko SMP 1 Cisarua mereka yang alami keracunan terus berdatangan. Ruangan kelas pun diubah menjadi Unit Gawat Darurat, untuk memberikan penanganan sementara.
Sementara itu, Pelaksana Harian (PLH) Camat Cisarua, Herman, mengatakan program MBG tersebut diketahui menyasar sembilan sekolah di wilayah tersebut. Namun, sejauh ini hanya SMPN 1 Cisarua yang melaporkan kasus keracunan.
Herman menambahkan bahwa dapur penyedia makanan, yang dikenal sebagai dapur SPPG, sudah beroperasi lebih dari satu bulan tanpa keluhan sebelumnya.
“Untuk pemeriksaan dapur nanti akan dilakukan oleh Dinas Kesehatan. Kami hanya memastikan koordinasi dan pemantauan di lapangan,” kata Herman.
