Lee Jae Myung. Dok: Bloomberg
Jakarta, TM – Lee Jae Myung resmi ditetapkan sebagai presiden terpilih Korea Selatan (Korsel). Korsel baru saja menggelar pemilihan luar biasa pada 3 Juni 2025.
Lee yang berasal dari Partai Demokrat berhasil mengungguli rivalnya, Kim Moon Soo, dengan perolehan 49,2 persen berbanding 41,7 persen, berdasarkan exit poll yang dirilis oleh MBN.
Kemenangan Lee sekaligus menandai berakhirnya krisis politik selama enam bulan terakhir di Negeri Ginseng pasca pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol oleh Mahkamah Konstitusi di awal April 2025.
Yoon dimakzulkan karena mendeklarasikan darurat militer pada 3 Desember 2024 secara sepihak, di mana langkah tersebut dianggap melanggar konstitusi karena berupaya menggagalkan proses parlemen secara paksa.
Baca Juga: Indonesia Prioritaskan Tiga Isu Krusial dalam International Labour Conference
Dengan kondisi politik yang terjadi di Korsel saat ini maka Lee akan langsung memangku jabatan tanpa adanya masa transisi.
“Komisi Pemilihan Umum Nasional dengan ini mendeklarasikan Lee Jae-myung dari Partai Demokrat sebagai presiden terpilih. Masa jabatan presiden dimulai saat pemenangnya dikonfirmasi, jadi saya sekarang akan mengonfirmasi waktunya. Waktu saat ini adalah 6.21 pagi (21.21 GMT),” ungkap Ketua Komisi Pemilihan Umum Nasional Korea Selatan, Roh Tae-ak dilansir AFP, Rabu (4/6).
Lee merupakan mantan pengacara hak asasi manusia berusia 61 tahun yang telah melakukan dua kali upaya menuju kursi kepresidenan di Gedung Biru. Sebelumnya, Lee Jae-myung menelan kekalahan tipis dari Yoon pada Pemilihan Presiden 2022.
Lee lahir pada 8 Desember 1963 dari keluarga buruh migran. Ia mengawali kariernya sebagai pekerja pabrik, kemudian menjadi pengacara hak sipil/hak asasi manusia selama hampir dua dekade; menduduki jabatan wali kota, gubernur; dan kini menang dalam pemilu presiden.
