Menteri PPPA, Arifah Fauzi. (sumber: kemenpppa.go.id)
Jakarta, TM – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menegaskan komitmennya memastikan penegakan hukum, pendampingan, dan pemulihan bagi perempuan serta anak korban kekerasan di seluruh Indonesia.
Dalam satu tahun kepemimpinan Menteri PPPA Arifah Fauzi dan Wakil Menteri Veronica Tan, kementerian terus memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum, pemerintah pusat dan daerah, serta lembaga layanan untuk menjamin keadilan dan perlindungan korban.
“Pada 2026, kami akan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan di tingkat hulu, bukan hanya sebagai pemadam kebakaran,” kata Arifah dalam konferensi pers ‘Capaian Kemen PPPA Selama Satu Tahun’, dikutip Selasa (28/10).
Arifah mengatakan pihaknya saat ini, terus melakukan koordinasi cepat apabila terjadi kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di berbagai daerah di Indonesia, terutama dengan dinas pengampu urusan perempuan dan anak setempat. Arifah mengatakan hingga saat ini banyak kasus yang terus dikawal oleh pihaknya.
“Saat ini kami melakukan pemenuhan hak anak dan perempuan untuk mendapatkan perlindungan. Tahun selanjutnya, kami sudah merencanakan untuk bekerja sama dengan berbagai pihak,” tutur Arifah.
Baca Juga: Wamen PPPA Dorong Percepatan Rencana Aksi Nasional Gender dan Perubahan Iklim
Dalam paparannya, Arifah menyebut pihaknya mengidentifikasi setidaknya lima faktor utama penyebab kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Kelima hal tersebut adalah ekonomi, pola asuh, pengaruh gawai dan media sosial, lingkungan, serta budaya, khususnya praktik perkawinan anak yang menjadi akar kekerasan dan kemiskinan struktural.
Ia menjelaskan dalam rangka mencegah kekerasan pada anak dan perempuan, Kemen PPPA juga memberikan solusi dengan meluncurkan program Ruang Bersama Indonesia (RBI) sebagai wadah guyub antar warga.
“Kami melihat hubungan antaranggota masyarakat sudah semakin berjarak karena pengaruh gawai,” kata Arifah.
“Harapannya, melalui program ini kita bisa mengikat kembali rasa solidaritas, persaudaraan di tingkat desa,” tambahnya.
