Foto: Dok. Badan Gizi Nasional
Jakarta, TM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menelan ratusan korban. Sebanyak 695 siswa di Saptosari, Gunungkidul, Yogyakarta, diduga mengalami keracunan.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengatakan kejadian berawal saat murid SMPN 1 dan SMKN 1 Saptosari menyantap MBG pada Selasa (28/10). “Kemarin sudah kami monitor dan baru hari ini dapat laporan kalau ada 695 anak diduga terdampak keracunan MBG,” katanya kepada wartawan, Rabu (29/10).
Bukan hanya siswa, diduga ada 10 guru yang terdampak keracunan MBG. Bahkan, hari ini, Kamis (30/10) ada 33 murid SMKN 1 Saptosari yang izin tidak masuk sekolah. “Untuk yang 33 murid itu belum terkonfirmasi apakah keracunan atau tidak. Selanjutnya, untuk SMPN 1 Saptosari, dari 420, yang keracunan 186 murid,” ucapnya.
Kepala SMPN 1 Saptosari, Emy Indarti, mengatakan beberapa anak didiknya mengeluh muntah dan sakit perut sejak siang. Menurutnya, mereka telah mendapatkan perawatan medis. “Akhirnya kami data kemudian dibawa ke RSUD Saptosari. Keluhannya diare, mual, muntah-muntah, hingga sakit perut,” katanya.
Sementara di Jawa Barat (Jabar), sejumlah siswa di Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat yang diduga mengalami gejala keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) datang ke Posko Desa Cibodas, Kamis (30/10).
Sekretaris Desa Cibodas Yuyu Wahyu, mengatakan, terdapat 10 orang siswa dari beberapa sekolah masuk posko pagi ini untuk mendapatkan penanganan usai mereka merasakan gejala pusing, mual, dan perut sakit.
“Yang di posko dirawat sepuluh lagi. Kebetulan 10 itu yang datang tadi pagi, pasien baru,” katanya kepada wartawan, Kamis (30/10).
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Kritik Penting bagi Demokrasi: Koreksi Itu Harus
Kini, sambung Yuyu, tenaga medis bersiap apabila ada korban susulan yang mwmbutuhkan pertolongan. “Sampai hari ini jumlah korban mencapai 230 tapi masih dinamis. Kita masih tetap stand by di posko takutnya di H+ 3 ini masih ada anak-anak baik yang baru dan kebetulan masih ada juga yang sudah dirawat atau dirujuk ke RSUD tapi balik lagi ke sini karena kerasa lagi,” tuturnya.
