Wamen PPPA, Veronica Tan di TTS. (sumber: kemenpppa.go.id)
Jakarta, TM – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan mendorong penguatan layanan perlindungan perempuan dan anak hingga tingkat desa dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT, Jumat (31/10).
Salah satunya adalah pemberdayaan ekonomi perempuan berbasis potensi lokal yang dinilai penting untuk menekan kasus kekerasan dan memperkuat ketahanan keluarga di wilayah dengan akses layanan terbatas.
“Kita ingin memastikan perempuan dan anak di TTS aman, terlindungi, dan berdaya,” tegas Veronica, dikutip dari kemenpppa.go.id, Senin (3/11).
“Layanan harus menjangkau wilayah terjauh, dan kapasitas SDM lokal diperkuat melalui champion desa yang bekerja secara berkelanjutan,” sambungnya.
Dalam kunjungan tersebut, pemerintah Kabupaten TTS juga melaporkan tantangan seperti tingginya kasus kekerasan berbasis gender dan anak.
Beberapa di antaranya adalah mobilitas kerja perempuan ke luar daerah yang memengaruhi pola pengasuhan, serta keterbatasan infrastruktur yang berdampak pada keamanan warga.
Baca Juga: Wamen Veronica Bahas Ketahanan Keluarga dan Pemberdayaan Perempuan di NTT
Sebagai langkah strategis, Veronica menyebut pihaknya juga mendorong penguatan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan jejaring rujukan kasus hingga desa melalui Sapa 129 dan sistem ticketing satu pintu.
Selain itu, langkah lain yang juga didorong adalah penguatan rumah aman sesuai Undang-undang TPKS; pembentukan dan pelatihan champion desa; pemberdayaan ekonomi perempuan melalui kebun komunitas; pangan lokal; UMKM; dan literasi keuangan; serta integrasi perencanaan lintas sektor dalam musrenbang.
Veronica menjelaskan bahwa pemberdayaan yang berjalan telah menunjukkan hasil positif, dengan kelompok perempuan dampingan mencatat peningkatan pendapatan hingga puluhan juta; mengelola ekonomi kelompok yang transparan; serta memperkuat kepemimpinan perempuan di tingkat komunitas.
“Perempuan bukan objek. Perempuan adalah penggerak perubahan. Ketika mereka berdaya, keluarga dan desa ikut bangkit,” tegas Veronica.
