Foto: Dok. Wamen PPPA, Veronica Tan di Desa Wolowea. (sumber: kemenpppa.go.id)
Jakarta, TM – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan melakukan kunjungan kerja ke Desa Wolowea, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Kamis (30/10).
Dalam kesempatan itu, Veronica berkesempatan untuk berdialog bersama pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pelaku ekonomi lokal, akademisi, dan komunitas perempuan terkait berbagai isu di sana.
Salah satunya mengenai akses air bersih. Veronica menyebut ketersediaan air tidak hanya memengaruhi kesehatan, tapi produktivitas ekonomi dalam keluarga.
“Akses terhadap air bukan hanya soal infrastruktur. Ia terkait langsung dengan ketahanan keluarga dan tumbuh kembang anak,” kata Veronica, dikutip dari kemenpppa.go.id, Jumat (31/10).
“Ketika kebutuhan dasar terpenuhi, keluarga menjadi lebih kuat, perempuan dapat berdaya, dan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang aman,” sambungnya.
Ia pun mendorong keselarasan program antarperangkat daerah, khususnya antara perencanaan pembangunan, layanan dasar, dan penguatan ekonomi keluarga.
Menurutnya, peran Bappeda sangat penting untuk menyatukan program lintas sektor agar berjalan selaras dan saling memperkuat.
“Pembangunan desa memerlukan koordinasi dan kesepahaman. Ketika semua pihak bergerak dalam satu irama, hasil pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengatakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) memiliki peran strategis dalam menyatukan arah pembangunan desa agar sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat.
“Musrenbang bukan hanya forum penyusunan rencana, tetapi ruang untuk mendengar, menyelaraskan, dan menentukan langkah bersama bagi masa depan desa,” kata Veronica.
Dalam forum tersebut, Veronica mendengarkan paparan komunitas perempuan pelaku ekonomi bambu tentang capaian dan tantangan dalam meningkatkan pendapatan keluarga.
Veronica mengapresiasi para perempuan berdaya di Desa Wolowea dengan menegaskan bahwa ketika perempuan diberi ruang untuk berperan aktif, pembangunan desa akan bergerak lebih cepat dan berkelanjutan.
“Perempuan bukan pelengkap pembangunan. Perempuan adalah penggeraknya. Mereka memikirkan keluarga, lingkungan, masa depan, dan kesinambungan,” tuturnya.
Menutup kunjungan, Veronica mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi berbasis gotong royong melalui sinergi semua pihak.
“Pembangunan bukan hanya membangun fasilitas. Pembangunan adalah membangun masa depan,” kata Veronica.
“Dengan ketahanan keluarga yang kuat, lingkungan yang mendukung, dan ruang aman bagi anak, kita sedang menyiapkan generasi yang tumbuh sehat, percaya diri, dan berdaya,” pungkas dia.
