Tangkapan layar penurunan logistik dengan metode ‘payung low cost low altitude’ di Aceh Taming, Aceh, Selasa (2/12). Foto:Dok, Dispenau
Jakarta,TM – Pesawat angkut C-130J Super Hercules milik TNI AU menerjunkan 20 bundel bantuan menggunakan payung low cost low altitude (LCLA) untuk korban bencana di Aceh Tamiang, Aceh, Selasa (2/12).
Metode airdrop ini menjadi langkah TNI AU mendistribusikan logistik ke wilayah yang masih terkendala akses darat.
“Airdrop seperti LCLA sangat membantu ketika jalur darat belum bisa dilalui. Komitmen kami adalah memastikan bantuan tiba secepat mungkin kepada masyarakat terdampak,” ujar Kadispenau Marsma TNI Nyoman Suadnyana.
Penerjunan, jelasnya, dilakukan di drop zone (DZ) Lapangan Bima, Kecamatan Kualasimpang, lokasi yang sebelumnya digunakan sebagai titik penyaluran bantuan helibox. Pesawat memasuki area penerjunan pada ketinggian rendah untuk memastikan bundle LCLA jatuh tepat di area sasaran.
Baca Juga: Danantara Paparkan Rencana Kerja 2026, Fokus Dampak Ekonomi Nasional
Sistem LCLA dirancang untuk memungkinkan paket bantuan turun secara stabil dan aman dari ketinggian minim, sehingga sangat efektif untuk menjangkau daerah sulit akses. Setiap bundel memuat kebutuhan darurat seperti bahan makanan siap konsumsi, perlengkapan tanggap bencana, dan keperluan mendesak lainnya.
Kadispenau, Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, menyatakan TNI AU terus mengoptimalkan mobilitas udara untuk mendukung penanganan bencana di berbagai wilayah.
Tak hanya itu, TNI AU juga menerjunkan bantuan menggunakan helibox dengan metode airdop di daerah yang sama.
Sebanyak 90 helibox berisi kebutuhan darurat diterjunkan di Drop Zone (DZ) Lapangan Bima. Pengiriman bantuan ini merupakan kelanjutan dari operasi serupa yang dilakukan sehari sebelumnya di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, menggunakan pesawat yang sama.
Helibox merupakan kemasan bantuan yang dirancang khusus agar dapat berputar saat dijatuhkan dari udara, sehingga kecepatan turun melambat dan paket dapat mendarat lebih aman. Metode ini memungkinkan distribusi bantuan dilakukan secara cepat dan efektif di daerah yang sulit dijangkau lewat jalur darat.
“TNI AU akan terus hadir mendukung percepatan penanganan bencana. Yang terpenting adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dengan aman dan tepat waktu,” kata Nyoman.
