Foto:Dok. Setpres BPMI
Jakarta, TM – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar dampak longsor dan banjir bandang yang menimpa tiga provinsi di Sumatra, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada Selasa (25/11), ditangani secara nasional dan menjadi prioritas nasional.
Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, dalam konferensi pers perkembangan penanganan bencana banjir Sumatra di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu (3/12).
“Presiden memberikan instruksi agar situasi ini diperlakukan sebagai prioritas nasional, termasuk jaminan bahwa dana dan logistik nasional tersedia secara penuh, secara total, salah satunya pada saat (masa) tanggap darurat ini menggunakan dana siap pakai,” ungkap Pratikno, dikutip dari tribatanews.polri.go.id.
Pemerintah diketahui telah menyalurkan 500 ribu ton lebih bantuan untuk warga terdampak banjir dan longsor di tiga wilayah tersebut. Bantuan mencakup paket sembako, makanan siap saji, perlengkapan kesehatan, selimut, dan kebutuhan dasar lainnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan selain cuaca ekstrem, kerusakan lingkungan menjadi salah satu faktor yang memperparah dampak banjir bandang dan longsor.
Ia menegaskan seiring dengan penanganan dampak bencana dan penyelamatan warga terdampak, pemerintah juga mengevaluasi dan menyelidiki secara menyeluruh kerusakan lingkungan yang ada di tiga provinsi tersebut.
“Pemerintah melakukan evaluasi dan investigasi secara menyeluruh terkait bencana ini,” kata Teddy.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tinjau Banjir di Sumatera, Pastikan Langkah Darurat Tepat Sasaran
Mengutip antaranews.com, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dalam laman resminya, melaporkan jumlah korban jiwa akibat banjir bandang dan longsor di Sumatra per Rabu mencapai 804 jiwa, sementara 634 jiwa masih dinyatakan hilang.
