Gedung Wisma Danantara Indonesia (Foto:Dok. Danantara)
Jakarta, TM – Danantara Indonesia memaparkan arah kebijakan, prioritas investasi, dan proyeksi kinerja dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026 pada Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR di Jakarta, Senin (1/12).
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menjelaskan roadmap investasi Danantara Investment Management (DIM) untuk 2026 yang disusun untuk menjalankan mandat ganda lembaga.
“Roadmap investasi kami disusun dengan pendekatan yang terukur, berorientasi pada penciptaan nilai lintas generasi,” kata Rosan lewat keterangan resmi.
“Mandat kami jelas, menghadirkan imbal hasil yang sehat bagi negara, sambil memastikan setiap investasi memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia dan mendorong transformasi nasional,” sambungnya.
Strategi 2026 difokuskan pada pengembangan proyek strategis, penguatan sektor prioritas, dan diversifikasi portofolio lintas kelas aset dan geografi.
Rosan menjelaskan bahwa kerangka ini memadukan investasi jangka panjang dengan instrumen privat dan publik yang memberikan arus kas stabil.
Pendekatan tersebut ditujukan menjaga keseimbangan risiko dan imbal hasil sekaligus memungkinkan pembiayaan proyek berdampak besar bagi masyarakat.
“Kami membangun portofolio dengan landasan kehati-hatian dan diversifikasi yang kuat,” ujar Rosan.
“Setiap keputusan investasi harus memenuhi dua tujuan: menjaga nilai aset negara dan memastikan manfaat yang kembali kepada masyarakat dalam jangka panjang,” sambungnya.
Danantara juga menerapkan kerangka klasifikasi proyek strategis yang memastikan keselarasan investasi dengan aspirasi pembangunan nasional, dampak sosial, nilai ekonomi signifikan, serta kelayakan komersial.
Kerangka ini menjadi acuan dalam memilih proyek yang memperkuat kapasitas nasional dan menciptakan nilai lintas generasi.
Sebagai contoh, Rosan menyoroti Proyek Kampung Haji di Makkah yang diinisiasi melalui Inpres 15/2025. Proyek yang ditempuh melalui lelang lahan serta opsi akuisisi dan pengembangan alternatif ini diproyeksikan membuka hingga 7500 lapangan kerja dan menghasilkan lebih dari Rp2,5 triliun per tahun.
“Project Berkah bukan hanya soal akomodasi jamaah, tetapi tentang membuka peluang ekonomi baru bagi Indonesia dan meningkatkan standar pelayanan publik bagi masyarakat yang melaksanakan ibadah haji,” ujar Rosan.
Baca Juga: Kementerian Perhubungan Resmi Cabut Izin Penerbangan Langsung di Bandara IMIP
Selain itu, Rosan juga menyoroti proyek waste-to-energy yang mendukung ketahanan energi dan penanganan sampah. Proyek ini berpotensi menciptakan 3500 sampai 4500 lapangan kerja, ratusan pekerjaan tetap, dan kontribusi hingga Rp1,6 triliun per tahun.
Ia menegaskan bahwa inisiatif seperti WtE mencerminkan arah investasi yang menguntungkan sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan dan infrastruktur dasar.
Lewat kesempatan tersebut, Rosan menegaskan peran Danantara sebagai sovereign wealth fund jangka panjang yang melalui sinergi DAM dan DIM mengintegrasikan restrukturisasi aset BUMN dan investasi strategis lintas sektor untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia.
