Budisatrio Djiwandono (Foto:Dok. BudiDjiwandono/Instagram)
Jakarta, TM – Pengamat politik Jamiluddin Ritonga menyebut Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono bakal aman duduk di kursi Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.
Mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta tersebut menilai Sugiono merupakan anak ideologis Presiden Prabowo Subianto.
Bahkan, menurut Jamiluddin, Budisatrio Djiwandono sebagai keponakan Prabowo sempat mencuat ke permukaan tidak cukup kuat untuk menggantikan Sugiono sebagai Menlu
“Meskipun ada rumor, Menlu Sugiono akan diganti Budisatrio Djiwandono. Namun Budi tampaknya tak memiliki kompetensi di bidang diplomasi internasional,” ujar Jamiluddin dalam pesan singkatnya, Kamis (29/1).
“Budisatrio lebih banyak berkecimpung di bidang pertahanan, kelautan, pertanian, dan lingkungan. Karena itu, akan aneh bila nantinya Budi Satrio menduduki pos Menlu,” lanjutnya.
Jamiluddin mengatakan sulit memprediksi di pos mana Budisatrio ditempatkan. Sebab, selama ini Budisatrio aktif di banyak bidang.
“Budisatrio Djiwandono setidaknya dikenal sebagai figur politikus muda yang aktif dalam bidang pertanian, lingkungan hidup, kelautan, dan pertahanan,” imbuhnya.
“Selain bidang itu, ada kemungkinan Budisatrio mengisi pos Kementerian Kehutanan. Sebab, hal itu belakangan ini paling banyak disorot, termasuk kinerja menterinya yang dinilai rendah,” lanjutnya.
Baca Juga: Keponakan Presiden Prabowo Ditunjuk Jadi Deputi Gubernur BI
Belakangan ini isu reshuffle di Kabinet Merah Putih santer terdengar. Hal tersebut buntut dari pernyataan Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto yang sebelumnya mengungkapkan, terdapat pimpinan Komisi I DPR yang bakal berpindah ke kabinet.
Pada momen tersebut, Utut menyebut bahwa Budi bakal berpeluang untuk pindah menjadi bagian dari pemerintah atau eksekutif.
“Mohon izin di depan ada Pak Menhan, Panglima dan Kepala BIN yang hadir itu menjadi daya tarik luar biasa. Kalau katanya orang sebelah kanan saya, yang dugaan saya sebentar lagi akan di eksekutif: You cannot beat the band with uniform,” ujar Utut di Komplek Parlemen Senayan, Senin (26/1).
Dia pun meminta kepada peserta rapat yang hadir agar rapat digelar tertutup.
