Foto:Dok. DPR RI
Jakarta,TM – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menekankan partisipasi Indonesia dalam forum internasional Board of Peace harus menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran aktif dalam mendorong perdamaian dunia, khususnya perjuangan kemerdekaan Palestina.
Menurutnya, langkah ini sejalan dengan amanat konstitusi dan konsistensi diplomasi Indonesia yang selama ini memperjuangkan keadilan global.
“Setiap diplomasi kita harus berpijak pada kepentingan nasional sekaligus komitmen historis Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina,” ujar Sukamta dikutip, Selasa (17/2).
Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto berulang kali menekankan pentingnya peran Indonesia di forum perdamaian internasional. Karena itu, keterlibatan Indonesia di Board of Peace harus dipandang sebagai strategi yang berlandaskan kepentingan nasional dan komitmen historis terhadap Palestina.
Dalam rapat perdana forum tersebut, Sukamta menilai ada tiga hal penting yang perlu ditegaskan pemerintah.
Pertama, penghentian kekerasan dan perlindungan maksimal bagi warga sipil Palestina. Kedua, dukungan penuh terhadap kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara yang adil dan sesuai hukum internasional. Ketiga adalah agenda rekonstruksi pascakonflik yang menjamin hak-hak rakyat Palestina serta prinsip kedaulatan.
“Perdamaian yang kokoh harus dibangun di atas keadilan, bukan sekadar penghentian konflik sementara,” tegasnya.
Baca Juga: Pemerintah Gelar Sidang Isbat 17 Februari 2026
Sukamta menilai partisipasi Indonesia mencerminkan diplomasi aktif yang berkontribusi nyata bagi tatanan dunia yang lebih stabil dan berkeadilan. Stabilitas global berbasis hukum internasional, lanjutnya, juga berdampak langsung pada keamanan dan kepentingan nasional Indonesia.
Ia berharap pemerintah memanfaatkan momentum ini untuk mempertegas posisi Indonesia sebagai bangsa yang konsisten memperjuangkan perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan di panggung internasional.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri pertemuan perdana Board of Peace di Amerika Serikat, setelah menandatangani pakta perdagangan timbal balik (Agreement on Reciprocal Trade/ART) bersama Presiden Donald Trump pada Kamis (19/2).
