Foto:Dok. Garuda Indonesia
Jakarta, TM – Danantara Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi PT Garuda Indonesia. Managing Director Stakeholders Management Danantara Indonesia, Rohan Hafas, menyebut tahun 2025 sebagai fase krusial penguatan fundamental maskapai pelat merah tersebut.
“Fokus utama kami adalah memastikan kesiapan operasional dan struktur keuangan yang lebih sehat sebagai prasyarat pertumbuhan berkelanjutan,” ujar Rohan, Kamis (26/2).
Sebagai pemegang saham mayoritas, Danantara menempatkan 2025 sebagai periode konsolidasi. Prioritas diarahkan pada peningkatan kesiapan armada secara bertahap, penguatan struktur permodalan, serta penataan jaringan dan kapasitas dengan prinsip kehati-hatian.
Rohan menegaskan, seluruh langkah dilakukan secara disiplin dan sesuai tata kelola perusahaan yang baik. Program perawatan dan reaktivasi armada dijalankan bertahap, memastikan kualitas layanan dan keandalan operasional sebelum memasuki fase optimalisasi kapasitas.
Selain kesiapan teknis, Danantara juga memperkuat struktur permodalan Garuda melalui skema korporasi yang telah diumumkan sebelumnya. Tujuannya adalah memperkuat neraca, meningkatkan fleksibilitas keuangan, dan memberi ruang stabilisasi operasional.
“Seluruh langkah ditempuh dalam kerangka tata kelola yang prudent dan sesuai regulasi,” jelas Rohan.
Dengan fondasi yang lebih stabil, Garuda Indonesia diarahkan memasuki fase optimalisasi kapasitas pada 2026. Fokusnya bukan sekadar pertumbuhan volume, melainkan pencapaian kinerja yang sehat, profitable, dan berkelanjutan.
“Transformasi Garuda Indonesia dilaksanakan secara disiplin, akuntabel, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang bagi industri penerbangan nasional dan perekonomian Indonesia,” tegas Rohan.
