Foto:Dok. Setpres BPMI
Jakarta, TM – Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran Menteri Kabinet Merah Putih mengkaji sejumlah langkah efisiensi BBM jika terjadi krisis. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penerapan kerja dari rumah atau Work from Home (WFH) serta pengurangan hari kerja.
Prabowo menyampaikan perkembangan situasi di kawasan Eropa dan Timur Tengah berpotensi memengaruhi harga energi dunia, termasuk BBM, yang pada akhirnya dapat berdampak pada harga pangan.
“Kita menghadapi perkembangan global di kawasan Eropa dan Timur Tengah. Hal ini tentunya memberi dampak kepada kita karena akan memengaruhi harga BBM,” ujar Prabowo, Jumat (13/3).
“Harga BBM juga bisa memengaruhi harga makanan,” sambungnya.
Menurutnya, pemerintah telah mengamankan sejumlah aspek fundamental, terutama ketahanan pangan. Namun langkah antisipatif tetap perlu disiapkan untuk menghadapi kemungkinan tekanan pada sektor energi.
Presiden menegaskan penghematan konsumsi BBM harus menjadi perhatian bersama. Indonesia, menurutnya, tidak boleh merasa terlalu aman tanpa langkah pengendalian dan antisipasi.
“Kita tidak bisa menganggap bahwa apapun yang terjadi kita aman. Kita bersyukur kita aman, tetapi kita juga harus tetap berupaya mengurangi konsumsi BBM kita,” tegasnya.
Baca Juga: Yaqut Cholil Qoumas Resmi Ditahan KPK
Selain itu, Prabowo menambahkan pengalaman saat pandemi COVID-19 menunjukkan pola kerja dari rumah mampu menekan mobilitas, kemacetan, dan konsumsi energi.
“Dulu kita atasi COVID, dan kita berhasil. Kita mampu banyak bekerja dari rumah dengan efisien. Artinya, kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar,” ujarnya.
Karena itu, Prabowo meminta seluruh jajaran pemerintah menyiapkan berbagai skenario sebagai langkah antisipasi jika situasi global memburuk.
“Kita tidak panik, tetapi kita juga tidak boleh terlalu lengah. Kita tidak boleh tidak mempersiapkan diri untuk kemungkinan paling buruk,” pungkas Prabowo.
