Foto: Puspen TNI
Jakarta, TM – TNI mengerahkan sejumlah unsur satuannya sebagai respons atas ancaman bom yang terjadi pada pesawat Saudi Airlines SV5276 rute Jeddah–Jakarta dan mendarat darurat di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (17/6) pada pukul 11.19 WIB.
“Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto telah memerintahkan satuan jajaran TNI untuk memberikan dukungan penuh kepada otoritas keamanan dan penerbangan sipil dalam menjamin keselamatan seluruh penumpang, serta memastikan kondisi pesawat dan penumpang benar-benar aman dari segala bentuk ancaman,” ujar Kapuspen TNI dikutip dari keterangan resminya, Selasa (17/6).
Adapun unsur yang diterjunkan oleh TNI di antaranya, Kopasgat TNI Angkatan Udara (TNI AU) dengan satu SST (setingkat Peleton) untuk mendukung proses pengamanan bandara; TNI AD menyiagakan tim Jihandak dari Yonzipur 1/DD dan satu SST dari Yonif 121/MK sebagai pasukan cadangan dalam mendukung upaya sterilisasi dan pengamanan perimeter.
Baca Juga: Pesawat Saudi Airlines Mendarat Darurat di Bandara Kualanamu Usai Dapat Ancaman Bom
Kemudian, Danlanud Soewondo Kolonel Nav Sonni Benny Simanjuntak bersama Jihandak TNI dan Polda Sumatera Utara melakukan penyisiran dan mengatakan bahwa pesawat dinyatakan bersih dari ancaman bahan peledak.
Senada, Kepala Penerangan Kopasgat, Kolonel Pas Sumarsono mengatakan bahwa saat ini masih dilakukan proses evakuasi barang di lapangan. “Sementara ini kondisi masih aman,” ujarnya kepada awak media.
Kronologi dan Evakuasi Penumpang
Kepala kantor otoritas bandara wilayah II Medan, Asri Santosa mengungkap kronologi pesawat mendarat darurat. Pesawat Saudi Airlines terbang dengan rute Jeddah-Jakarta dan akan mendarat di Bandara Soekarno Hatta.
“Pesawat Arab Saudi ini ketika melintasi wilayah Indonesia itu kami mendapat informasi jam 07.30 WIB, ada sebuah email yang masuk ke Jakarta. Kemudian di situ ada ada ancaman bom,” kata Asri Santosa dalam konferensi pers, Selasa (17/6).
Kementerian perhubungan kemudian mengaktifkan penanganan darurat emergency operation center (EOC), yang berarti pesawat harus mendarat di bandara Internasional Kualanamu, dan menguhubungi Polda Sumut, TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan TNI Angkatan Darat (TNI AD) untuk pengamanan.
Setelah pesawat mendarat, seluruh jamaah haji asal Depok dan Bekasi yang berjumlah 442 orang dievakuasi ke ruang tunggu tanpa membawa barang bawaan untuk dilakukan pengecekan.
Kemudian, pesawat dipindahkan ke area isolasi, dan tim gabungan memeriksa pesawat ada tidaknya bom yang dimaksud. Berjam-jam diperiksa, sejauh ini pesawat dinyatakan aman atau steril dari bom.
