Foto:Dok. Setpres BPMI
Jakarta,TM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyambut baik pembentukan France–Indonesia High Level Business Council, sebuah forum bisnis tingkat tinggi yang digagas bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Forum ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan investasi antara kedua negara.
Kesepakatan tersebut lahir usai pertemuan bilateral Prabowo dengan Macron di Istana Élysée, Paris, Rabu (28/5). Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan apresiasinya atas dukungan Prancis dalam mendorong percepatan berbagai bentuk kerja sama, termasuk peningkatan investasi dan hubungan bisnis.
“Kami berterima kasih atas dukungan Presiden Macron untuk mempercepat perkembangan kerja sama ini. Kita ingin meningkatkan kerja sama, termasuk investasi di kedua negara. Saya sangat gembira dan menyambut baik pembentukan France–Indonesia High Level Business Council,” ujar Prabowo dalam rilis yang diterima redaksi Think Medio, Jumat (29/5).
Menurutnya, forum tersebut menjadi wadah penting untuk memperkuat keterlibatan perusahaan-perusahaan Prancis dalam pembangunan ekonomi Indonesia.
“Kami menyambut gembira partisipasi serta kehadiran perusahaan-perusahaan Prancis yang terus berkontribusi dalam perekonomian Indonesia,” tambahnya.
Selain isu ekonomi, kedua kepala negara juga membahas sejumlah agenda strategis lain, mulai dari kerja sama pertahanan, energi bersih, pendidikan, riset, hingga implementasi perjanjian Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
Prabowo menekankan bahwa kerja sama internasional semakin relevan di tengah dinamika global yang kompleks.
Ia menilai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat dunia semakin terhubung, sehingga konflik dan peperangan tidak lagi membawa manfaat. Karena itu, ia menyambut positif terjalinnya Comprehensive Strategic Partnership antara Indonesia dan Prancis yang diharapkan menghasilkan kerja sama lebih konkret, seimbang, dan berdampak.
Pertemuan Prabowo–Macron menandai komitmen kedua negara untuk memperluas hubungan strategis, tidak hanya di bidang ekonomi, tetapi juga dalam memperkuat diplomasi pertahanan dan kerja sama lintas sektor yang berorientasi pada masa depan.
