Foto:Dok. Setpres BPMI
Jakarta,TM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menyepakati penguatan Kemitraan Strategis Komprehensif yang telah terjalin sejak 2018. Kesepakatan ini mencakup sejumlah sektor strategis, mulai dari politik, ekonomi, keamanan, pendidikan, kesehatan, energi, hingga kebudayaan.
Pertemuan bilateral yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7), menjadi tonggak penting dalam memperkuat hubungan historis kedua negara. “Kunjungan ini mencerminkan komitmen Indonesia dan India untuk terus memajukan kemitraan melalui kerja sama konkret dan saling menguntungkan,” ujar Presiden Prabowo.
Di bidang politik, kedua negara sepakat meningkatkan intensitas kunjungan tingkat tinggi, memperkuat mekanisme konsultasi bilateral, serta memperluas kerja sama antarlembaga, termasuk melalui think tank dan Parliamentary Friendship Groups.
Dalam aspek keamanan, Prabowo dan Modi menegaskan komitmen memperkuat kerja sama penanggulangan terorisme serta meningkatkan koordinasi melalui forum India–Indonesia Security Dialogue.
Kerja sama ekonomi menjadi salah satu pilar utama hubungan bilateral. Indonesia dan India berkomitmen mempercepat pembahasan Indonesia–India Trade Agreement serta meninjau peningkatan ASEAN–India Trade in Goods Agreement.
Kedua negara juga menyambut baik kemajuan pembahasan sistem pembayaran lintas batas berbasis QR (cross-border QR payment) yang diharapkan meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus memperkuat ketahanan sektor keuangan.
Di bidang energi, kesepakatan mencakup pengembangan proyek tenaga surya, pertukaran teknologi, serta peningkatan kapasitas di bidang teknologi nuklir.
Kerja sama pendidikan turut menjadi perhatian. India berencana mendirikan kampus Indian Institute of Management di Indonesia serta membuka peluang pendirian Indian Institute of Technology. Jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di India juga akan ditingkatkan.
Di sektor kesehatan, kedua negara berkomitmen memperluas kerja sama melalui peningkatan kapasitas tenaga medis, termasuk dokter dan perawat.
Prabowo menegaskan bahwa kesepakatan ini diharapkan segera diimplementasikan agar memberi manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara. Sementara itu, PM Modi menyebut pertemuan dengan Prabowo sebagai awal dari “bab emas” dalam hubungan Indonesia–India. “Kita menemukan jalan penting dalam peningkatan kerja sama di bidang pertahanan, pembangunan, teknologi, budaya, dan pendidikan,” ujarnya.
Baca Juga: Kementerian Ketenagakerjaan dan Komisi IX DPR RI Sepakat Perkuat Kualitas MagangHub 2026
Dokumen Kerja Sama
Sebanyak 15 dokumen kerja sama ditandatangani, antara lain:
Perpanjangan MoU tentang kerja sama keselamatan dan keamanan maritim.
MoU di bidang manajemen bencana, mineral dan teknologi rantai pasok baja, serta telekomunikasi.
Kesepakatan kerja sama tenaga kesehatan, regulasi produk medis, dan pertanian.
Kontrak kerja sama sistem pertahanan rudal BrahMos dan rudal udara-ke-udara.
Joint venture strategis antara Steel Authority of India dan PT Krakatau Steel.
MoU antara Indian Institute of Management Bangalore dan PT Intelegensi Grahatama.
Selain itu, kedua negara juga menandatangani perpanjangan Framework Agreement antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Indian Space Research Organisation (ISRO) terkait eksplorasi dan pemanfaatan ruang angkasa untuk tujuan damai.
