Ilustrasi Kekerasan Seksual
Jakarta, TM – Sejumlah organisasi pemerintahan daerah (OPD) hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Nusa Tenggara Barat (NTB) membentuk forum kolaborasi pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik NTB, Yusron Hadi menyatakan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal telah menyatakan dukungan terhadap pembentukan forum tersebut.
“Forum itu adalah inisiatif lanjutan menyikapi berbagai peristiwa tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di Nusa Tenggara Barat,” kata Yusron, dikutip dari antaranews.com, Kamis (19/6).
Adapun forum yang dibangun untuk mengatasi persoalan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak yang marak terjadi di tengah masyarakat ditargetkan dalam kurun waktu satu atau dua pekan ke depan.
“Pak Gubernur memberikan waktu sepekan untuk perumusan, paling telat dua pekan, karena beliau juga perlu mengkaji dan mendalami, sehingga bulan Juli kami targetkan sudah ada forum itu,” tutur dia.
Yusron mengatakan forum kolaborasi ini dibangun untuk dapat menjadi wadah agar bisa lebih kuat dan terkoordinir secara baik.
Sepanjang tahun 2024, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) mencatat ada 633 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di NTB.
Sejumlah faktor pemicu tindak kekerasan seksual sangat beragam, dimulai dari budaya patriarki yang mengakar kuat di masyarakat, literasi seksual yang masih rendah, hingga lemahnya pengawasan sekolah.
