Kapal induk Giuseppe Garibaldi yang bakal memperkokoh kekuatan TNI Angkatan Laut (TNI AL) dijadwalkan tiba di Indonesia pada 20 September 2026. Foto:Dok. Wikimedia
Jakarta, TM – Kapal induk Giuseppe Garibaldi yang bakal memperkokoh kekuatan TNI Angkatan Laut (TNI AL) dijadwalkan tiba di Indonesia pada 20 September 2026.
Hal tersebut diungkap oleh Dirjen Kekuatan Pertahanan (Kuathan) Kemhan Marsda TNI Hendrikus Haris Haryanto dalam paparannya saat Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi I DPR RI di Senayan, Jakarta, Senin (20/7).
“Kemudian dari sisi penerimaan kita juga menyiapkan fasilitas pelabuhan yang saat ini disiapkan yang mana di Teluk Ratai, Lampung, proses saat ini telah mencapai 76%. Kemudian rencana kedatangan kapal pada tanggal 20 September 2026,” jelas Hendrikus.
Baca Juga: Hotman Paris Minta Maaf Usai Hardik Wartawan dalam Kasus Febrie Adriansyah
Komisi I DPR juga telah menyetujui hibah kapal induk dari Pemerintah Republik Italia tersebut, senilai 54 juta euro (sekitar Rp1,1 triliun).
Penerimaan hibah ini juga mempunyai makna untuk efisiensi bagi negara yang dapat mempersingkat waktu pengadaan, tidak membebani APBN pengadaan, serta memperkuat pertahanan maritim maupun berbagai operasi kemanusiaan.
Dalam konteks strategis nasional, keberadaan kapal induk Garibaldi menjadi salah satu upaya untuk memenuhi pengadaan kapal induk untuk TNI Angkatan Laut, di mana saat ini tantangan laut Indonesia sangat banyak dan beragam, baik bersifatnya penyelundupan, pelanggaran wilayah, illegal fishing, illegal logging, dan kejahatan lintas batas.
Selanjutnya, pengadaan Garibaldi juga terkait dengan kebutuhan modernisasi untuk memperkuat pertahanan maritim dan operasi kemanusiaan.
Fungsi lainnnya yakni untuk menjaga kedaulatan dan melindungi wilayah yurisdiksi nasional serta melaksanakan misi tanggap darurat kemanusiaan.
