Personel Kodim 0108/Agara dari jajaran Kodam Iskandar Muda menembus jalur pegunungan yang terputus demi mengantarkan bantuan logistik kepada warga terdampak bencana di Desa Rumah Bundar, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Selasa (9/12). (Foto:Dok. Dispenad)
Jakarta, TM – Personel Kodim 0108/Agara dari jajaran Kodam Iskandar Muda menembus jalur pegunungan yang terputus demi mengantarkan bantuan logistik kepada warga terdampak bencana di Desa Rumah Bundar, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Selasa (9/12).
Desa Rumah Bundar terputus dari akses transportasi setelah jalan utama rusak parah akibat bencana alam. Kondisi ini membuat distribusi bantuan tidak dapat dilakukan menggunakan kendaraan, sehingga warga terpaksa menunggu dengan penuh keterbatasan.
Dari titik terakhir yang masih bisa dilalui kendaraan roda empat di Desa Simpur, para Babinsa melanjutkan perjalanan dengan sepeda motor. Namun, medan yang semakin ekstrem memaksa mereka meninggalkan kendaraan dan berjalan kaki. Selama hampir dua jam, prajurit menapaki lereng curam dan tanjakan licin, menghadapi cuaca yang tidak menentu, sambil memikul logistik yang sangat dinantikan warga.
Bantuan yang diangkut secara manual mencakup 1 ton beras, 25 dus mie instan, 15 papan telur, 5 dus susu, 2 dus sarden, 10 koli pakaian, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya.
Barang-barang tersebut dipikul bergantian, memastikan seluruh bantuan tiba dengan aman di titik-titik permukiman yang masih terisolasi.

Baca Juga: Banjir Aceh, Prabowo Pastikan Sawah Rusak Direhabilitasi & Utang Petani Dihapus
Sekitar 90 prajurit Kodim 0108/Agara diterjunkan dalam misi ini, dipimpin langsung oleh Dandim setempat. Mereka mendapat dukungan dari 30 warga lokal yang turut membantu memindahkan logistik dari jalur kendaraan menuju desa terdampak. Kebersamaan ini menjadi kunci keberhasilan distribusi bantuan tepat waktu.
Sesampainya di Desa Rumah Bundar, kehadiran Babinsa membawa harapan baru bagi masyarakat yang telah berhari-hari menghadapi keterbatasan. Bantuan tersebut bukan hanya memenuhi kebutuhan mendesak, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan keyakinan bahwa negara hadir di tengah kesulitan.
Bagi prajurit di lapangan, medan berat dan jarak tempuh panjang bukanlah halangan. Mereka tetap bergerak melewati jalur curam dengan beban logistik besar, menjadikan aksi ini sebagai wujud nyata pengabdian dan tanggung jawab moral sebagai prajurit rakyat.
Aksi kemanusiaan ini menegaskan peran Babinsa sebagai ujung tombak teritorial TNI AD, khususnya dalam penanganan bencana di wilayah terpencil. Kehadiran mereka menjadi penguat semangat masyarakat yang tengah berupaya bangkit dari dampak bencana.
Kodam Iskandar Muda menegaskan bahwa distribusi bantuan akan terus dilanjutkan sesuai kebutuhan di lapangan. Seluruh personel siap bergerak kapan pun diperlukan, terutama di wilayah pedalaman yang masih terisolasi dan sulit dijangkau kendaraan.
