Foto:Dok. The Weather Network
Jakarta,TM – Jepang kembali diguncang gempa besar. Gempa berkekuatan magnitudo 7,5 terjadi di lepas pantai Prefektur Aomori, wilayah utara Pulau Honshu, sekitar pukul 23.15 waktu setempat, Senin (8/12). Guncangan kuat ini memaksa ribuan warga mengungsi dan memicu peringatan tsunami di pesisir Pasifik.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) melaporkan gelombang tsunami setinggi 70 sentimeter terpantau di Pelabuhan Kuji, Prefektur Iwate, sementara gelombang setinggi 50 sentimeter melanda komunitas pesisir lainnya. Meski peringatan tsunami sempat dikeluarkan dengan potensi hingga 3 meter, pihak berwenang kemudian mencabut status darurat setelah situasi dinilai stabil.
Akibat dari gempa bumi ini, sebanyak 23 orang dilaporkan terluka, termasuk satu korban dengan luka serius. Selain itu, terjadi pemadaman listrik di sejumlah wilayah dan layanan kereta cepat Shinkansen dihentikan sementara.
Di sisi lain, pemerintah Jepang menegaskan, pembangkit listrik tenaga nuklir di wilayah terdampak dalam kondisi aman.
Baca Juga: Kementan Buka Suara Soal Bantuan Beras ke Sumatera Rp 60.000 Per Kilogram
Perdana Menteri Jepang segera mengaktifkan Crisis Management Center untuk memantau situasi. Ribuan warga dievakuasi ke tempat aman, sementara tim SAR dikerahkan untuk menilai kerusakan. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo memastikan tidak ada WNI yang menjadi korban, meski sekitar 969 WNI tercatat tinggal di Prefektur Aomori.
Gempa ini terjadi di kawasan Cincin Api Pasifik, wilayah yang dikenal rawan gempa dan tsunami. Para ahli mengingatkan adanya potensi gempa susulan, sehingga masyarakat diminta tetap waspada.
