Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana. (Dok. Humas BGN)
Jakarta, TM – Badan Gizi Nasional (BGN) akan mengalokasikan anggaran hingga Rp1,2 triliun per hari pada Mei 2026 untuk program makan bergizi gratis (MBG).
Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan bahwa alokasi dana untuk MBG pada Januari 2026 berada di angka Rp855 miliar per hari.
“Sampai kemudian naik nanti di Mei akan ada Rp1,2 triliun per hari, karena jumlah penerima manfaatnya terus naik,” kata Dadan, Minggu (11/1).
Dadan menjelaskan sekitar 70% dari total anggaran besar tersebut dialokasikan untuk pembelian bahan baku, di mana sekitar 95 hingga 99% berasal dari produk pertanian dalam negeri.
Dadan merinci bahwa saat ini, program MBG telah menjangkau 55,1 juta penerima manfaat. Dengan pertumbuhan jumlah tersebut, Dadan menyebutsetiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memerlukan sedikitnya 15 pemasok bahan baku, mulai dari beras, minyak, telur, ayam, hingga susu.
Baca Juga: Mantan Menag Yaqut Jadi Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji 2024
Secara detail, Dadan memaparkan bahwa setiap SPPG membutuhkan sekitar 5 ton beras per bulan, 3.000 butir telur untuk sekali proses memasak, 350 ekor ayam sekali masak, 350 kilogram sayuran sekali masak, serta 450 liter susu untuk satu kali penyaluran MBG.
Selain itu, dibutuhkan pula kebun pisang seluas 1,5 hektare untuk memenuhi kebutuhan selama satu tahun. Ia juga menyebut BGN memerlukan tambahan sedikitnya 6 juta ayam petelur baru atau setidaknya 1.500 peternak baru agar pasokan telur dua kali sepekan dalam program MBG dapat terpenuhi.
Memenurut Dadan, kebutuhan ini juga bisa mendorong ekonomi yang luar biasa terhadap pertanian. “Karena satu kali masak saja kalau daging sapi itu butuh satu ekor sapi satu SPPG. Jadi kalau kami informasikan satu hari kita makan sapi, maka 19.000 ekor sapi harus ada dalam satu kali masak,” pungkasnya.
