X/@NYPDPC
Jakarta, TM – Didarul Islam, anggota kepolisian New York Police Department (NYPD), gugur dalam insiden penembakan yang terjadi di gedung pencakar langit di pusat kota Manhattan, pada Senin (29/7) kemarin.
Selain Didarul Islam, insiden nahas tersebut juga menyebabkan empat orang lainnya meninggal dunia.
Atas gugurnya Didarul Islam, Wali Kota New York Eric Adams memberikan penghormatan khusus. Ia mengatakan Didarul Islam menyelamatkan orang lain meski membuatnya kehilangan nyawa.
“Dia menyelamatkan nyawa, dia melindungi warga New York. Dia mencintai kota ini dan semua orang yang kami ajak bicara menyatakan dia adalah orang yang beriman dan percaya kepada Tuhan,” kata Adams.

Penghormatan juga disampaikan oleh Komisioner Kepolisian New York, Jessica Tisch.
Baca juga:Setelah Prancis, Inggris Bakal Akui Negara Palestina
“Dia menempatkan dirinya dalam bahaya. Dia melakukan pengorbanan terbesar, ditembak dengan darah dingin,” ucapnya.
Tisch menjelaskan lebih lanjut bahwa Islam sedang bertugas sebagai petugas keamanan berbayar di gedung tersebut ketika penembakan terjadi.
Tugas semacam ini, dijelaskan Tisch, memungkinkan “perusahaan untuk mempekerjakan polisi berseragam guna memberikan keamanan tambahan”.
Didarul Islam datang ke New York sebagai imigran dari Bangladesh. Ia memulai karier sebagai agen keamanan sekolah sebelum akhirnya bergabung dengan NYPD sebagai petugas patroli sekitar tiga setengah tahun lalu.
