Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi. (sumber: kemenpppa.go.id)
Jakarta, TM – Tren peningkatan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia dipicu oleh sejumlah faktor. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, mengatakan faktor tersebut mencakup masalah ekonomi hingga ketergantungan pada gadget.
“Dari hasil analisa internal kami, KemenPPPA melihat bahwa faktor penyebab adanya kekerasan terhadap perempuan dan anak yang pertama adalah faktor ekonomi,” ujar Arifatul, dikutip dari news.okezone.com, Kamis (28/8).
“Kedua, faktor pola asuh dalam keluarga, yang ketiga adalah faktor gadget, yang keempat faktor lingkungan, dan yang kelima adalah pernikahan di usia anak,” sambungnya.
Arifatul mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah upaya untuk mengatasi masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak. Salah satunya dengan menguatkan kembali peran keluarga yang dilakukan bersama sejumlah pihak, salah satunya Pemprov DKI Jakarta.
Baca Juga: WWF Indonesia: Perempuan Punya Peran Strategis dalam Menjaga Lingkungan
“Jadi kami punya komitmen bersama mencari solusi apa yang bisa kita lakukan antara kementerian dengan provinsi DKI Jakarta untuk mengurangi angka kekerasan perempuan dan anak,” tutur Arifatul.
“Maka kami menawarkan salah satunya adalah kembali kepada keluarga karena problem ini berangkat dari keluarga, tapi keluarga juga menjadi solusi penyelesaian masalah,” jelasnya.
Ia pun berharap dengan kembali menguatnya peran keluarga, akan berdampak pada menguatnya perlindungan pada perempuan dan anak.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyambut baik tawaran tersebut. Ia berharap Jakarta menjadi role model wilayah lainnya di Indonesia dalam penanganan masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak.
