Foto:Dok. Tim Media Menhan SS
Jakarta, TM – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, TNI tidak perlu membentuk matra atau angkatan siber lantaran TNI sudah memiliki satuan yang beroperasi di bidang tersebut.
”Tidak usah bikin kepala staf angkatan baru. Tapi di TNI ada satuan siber,” ungkap Sjafrie seusai pertemuan dengan Menteri Pertahanan Singapura Chan Chun Sing di kantor Kemhan, Jakarta, Selasa (6/8).
Dibanding membentuk angkatan siber, menurut Sjafrie, TNI lebih baik melakukan kolaborasi dengan militer negara lain, terutama Singapura yang memang memiliki matra tersendiri untuk pertahanan siber.
Selain itu, ia juga menyoroti bagaimana sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (Sishankamrata) yang dianut Indonesia berfokus pada kolaborasi antara unsur militer dan sipil dalam menjaga keamanan, termasuk di ruang siber.
Baca Juga: Mensesneg: Pembelian 48 Pesawat Tempur KAAN untuk Pertahanan Indonesia, Bukan Perang
Peran elemen sipil dalam pertahanan siber sangat krusial, apalagi di era serangan non-konvensional yang bisa datang sewaktu-waktu tanpa peringatan.
“Ya kita tinggal kolaborasi saja. Nah, ini kolaborasi dengan teman-teman profesional (di bidang sipil). Kan Sishankamrata, karena ini total defense. Kemampuan sipil dan militer harus menjadi satu,” ujar dia.
