Foto:Dok. Kemenkeu RI
Jakarta, TM – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap bahwa pengadaan 1,8 juta unit kipas angin untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang disebut-sebut bernilai Rp 1,8 triliun merupakan tanggung jawab Agrinas.
Purbaya bahkan menjelaskan bahwa dirinya tidak mengetahui soal pengadaan tersebut dan akan melakukan pengecekan terlebih dahulu.
“Saya enggak tahu, nanti saya cek. Koperasi kan tanggung jawabnya Agrinas. Kita hanya bayar cicilannya saja. Manajemen dan segala macam di sana,” kata Purbaya kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/7).
Baca Juga: Menteri Keuangan Jajaki Kolaborasi Ekonomi Strategis dengan PBNU
Cicilan yang dimaksud Purbaya bukanlah cicilan terkait pengadaan kipas angin, tetapi terkait pembayaran utang kepada perbankan setiap tahun.
Sebelumnya, isu ini disoroti oleh Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Mufti Anam yang mempertanyakan kebenaran kabar pengadaan 1,8 juta unit kipas angin dengan nilai mencapai Rp1,8 triliun.
Hal tersebut ia ungkap dalam rapat kerja dengan Menteri Koperasi, di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (15/7).
Mufti menilai anggaran yang beredar tidak sejalan dengan harga kipas angin di pasaran. Berdasarkan penelusurannya di sejumlah platform perdagangan elektronik, kipas angin berdiri dari merek ternama dijual sekitar Rp300 ribu hingga Rp338 ribu per unit.
“Hari ini rakyat sedang dihebohkan dengan isu adanya pengadaan kipas angin 1,8 juta dengan nilainya Rp1,8 triliun. Lalu dari isu ini kami mencari informasi, tapi kami tidak dapat satu informasi pun dari pemerintah adanya pengadaan ini,” ujar Mufti dalam rapat tersebut.
