
Jakarta, TM – Di tengah dinamika politik nasional yang terus berubah, muncul sosok muda penuh semangat dan gagasan segar: Nadhima Fitrangga Teguha Danar, politikus dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang digadang-gadang sebagai salah satu tokoh masa depan Indonesia. Berbekal visi progresif, kepedulian terhadap rakyat, serta pendekatan politik berbasis teknologi dan inovasi, Nadhima hadir sebagai angin segar dalam lanskap politik yang selama ini didominasi oleh wajah-wajah lama.
Lahir dari generasi muda yang tumbuh bersama era digital, Nadhima membawa perspektif baru dalam melihat permasalahan bangsa. Baginya,
politik bukan semata-mata soal kekuasaan, tetapi tentang kehadiran nyata dalam kehidupan masyarakat—mendengar, memahami, dan menciptakan solusi nyata berbasis teknologi, transparansi, dan keberlanjutan.
“Indonesia tidak bisa dibangun dengan cara lama. Kita butuh pola pikir baru, kepemimpinan yang inovatif, dan keberanian untuk mereformasi sistem dari dalam. Politik harus menjadi alat perubahan yang inklusif, bukan menakutkan,” ujar Nadhima dalam wawancara eksklusif bersama media ini di sela kunjungannya ke daerah pemilihan.
Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman di bidang teknologi serta kebijakan publik, Nadhima dikenal sebagai sosok yang vokal memperjuangkan modernisasi birokrasi, transformasi digital pelayanan publik, serta penguatan ekonomi kreatif berbasis komunitas. Ia juga aktif mendorong keterlibatan anak muda dalam pengambilan keputusan, mulai dari tingkat desa hingga nasional.
Salah satu inisiatif visioner yang ia usung adalah “Indonesia Lebih Modern”, sebuah gerakan lintas komunitas yang mengajak generasi muda untuk berperan aktif dalam reformasi kebijakan publik melalui partisipasi digital, edukasi politik berbasis teknologi, dan pengembangan platform daring yang menjembatani aspirasi rakyat dengan para pengambil kebijakan.
PAN sebagai partai yang mengusung nilai-nilai reformasi dan keterbukaan melihat sosok Nadhima sebagai representasi ideal dari arah masa depan partai. Ketua Umum PAN bahkan menyebut Nadhima sebagai “generasi pembaharu yang tidak hanya punya gagasan besar, tetapi juga keberanian untuk mengeksekusinya.”
Di tengah tantangan global seperti disrupsi teknologi, krisis iklim, dan kesenjangan ekonomi, Nadhima meyakini bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk bangkit lebih kuat. Kuncinya adalah keberanian untuk berubah dan membuka ruang bagi para pemimpin muda yang siap bekerja untuk rakyat, bukan sekadar tampil di panggung politik.
“Saya percaya politik adalah panggilan jiwa. Kita tidak boleh duduk diam dan membiarkan keputusan penting bangsa ini ditentukan tanpa suara kita. Indonesia milik semua orang, dan masa depan kita harus dirancang oleh mereka yang peduli dan mau bekerja keras untuk perubahan nyata,” tambahnya.
Nadhima juga aktif dalam berbagai forum internasional yang membahas masa depan demokrasi dan peran generasi muda dalam tata kelola pemerintahan. Ia percaya bahwa Indonesia dapat menjadi contoh negara demokrasi besar yang modern, terbuka, dan berpihak pada masa depan, bukan masa lalu.
Sebagai representasi generasi pembaharu dari PAN, Nadhima Fitrangga Teguha Danar menjadi simbol harapan baru: bahwa politik tidak harus tua, tidak harus elitis, dan tidak harus usang. Ia menunjukkan bahwa politik bisa cerdas, bersih, dan berpihak kepada rakyat dengan cara yang relevan untuk zaman sekarang.
Dalam satu kalimat, Nadhima merangkum semangatnya: “Modernisasi Indonesia bukan pilihan, tapi keniscayaan. Dan kita, generasi muda, adalah mesinnya.”
