Foto: Dok. IST
Jakarta, TM – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkap bahwa pemerintah telah menetapkan wilayah Cikande, Kabupaten Serang, menjadi daerah yang terpapar radiasi radionuklidal cesium-137 (CS-137).
“Kita hari ini menetapkan Cikande sebagai status kejadian khusus radiasi radionuklidal CS-13. Jadi status kejadian khusus itu di Cikande, tidak ada di tempat lain,” ujar Zulhas dikutip dari Kompas.id, Selasa (30/9).
Sebelumnya, kontaminasi material radioaktif cesium-137 dilaporkan terdapat pada produk udang beku Indonesia yang diekspor ke Amerika Serikat (AS) pada Agustus 2025 lalu.
Laporan itu menyebut bahwa kontainer pengangkut udang beku Indonesia positif mengandung material radioaktif. Pemerintah lalu merespons laporan itu dengan membentuk Satgas Penanganan Cesium-137 pada 11 September lalu.
Pemerintah kemudian melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap 1.562 warga dan pekerja di Kawasan Industri Modern Cikande, Serang, Banten. Hasilnya, sembilan orang yang terkontaminasi Cesium 137.
Mereka kemudian mendapatkan perawatan dan obat khusus dari Singapura.
“Sembilan orang ini sudah ditangani oleh Kementerian Kesehatan,” sambung Zulhas.
Material cesium sendiri merupakan logam yang umum digunakan di bidang industri, seperti dalam pembuatan tabung hampa udara. Namun, material yang ditemukan di Cikande ini bukanlah cesium yang stabil, melainkan cesium bersifat radioaktif.
Baca Juga: Korban Meningkat, JPPI Mencatat 8.649 Anak Keracunan MBG
Cesium radioaktif macam cesium-137 umumnya ditemukan sebagai reaksi fisik nuklir, seperti kecelakaan reaktor nuklir di Chernobyl dan Fukushima, ataupun ledakan bom atom.
Paparan cesium-137 dalam jumlah banyak dan terkonsentrasi dapat membahayakan manusia, menyebabkan luka bakar, penyakit radiasi akut, meningkatkan risiko kanker, dan bahkan kematian.
Zat ini juga dapat menyebar di organ dalam manusia, terutama otot, jika masuk dalam tubuh melalui pernafasan atau makanan. Jika begitu, risiko kanker dalam jangka panjang akan meningkat karena zat ini akan memancarkan radiasi secara terus menerus
