Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN di Malaysia. (Dok. BPMI/Setpres)
Jakarta, TM – Timor Leste resmi dikukuhkan sebagai anggota ke-11 Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) setelah penantian selama 14 tahun.
Pengukuhan tersebut ditandai dengan penandatanganan Declaration on the Admission of Timor-Leste into ASEAN (Deklarasi Penerimaan Timor Leste dalam ASEAN) oleh para pemimpin negara ASEAN pada upacara pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-47 ASEAN di Malaysia, Minggu (26/10).
“Secara prinsip, menerima Timor Leste sebagai anggota ke-11 ASEAN,” bunyi pernyataan dalam dokumen resmi ASEAN Leaders’ Statement on The Application of Timor-Leste for ASEAN Membership, dikutip Senin (27/10).
Baca Juga: Survei KPH: Publik Ingin Modernisasi Pertahanan Utamakan Kepentingan Nasional
Melansir berbagai sumber, Timor Leste pertama kali mengajukan permohonan dengan ASEAN pada 2011. Kemudian, Timor Leste resmi mendapatkan status pengamat (observer state) setelah disetujui oleh seluruh pemimpin ASEAN pada 2022.
Status tersebut membuka jalan bagi partisipasi Timor Leste dalam sejumlah pertemuan dan kegiatan organisasi. Setelah melewati proses penilaian terhadap kesiapan ekonomi, politik, dan administratif, Timor Leste akhirnya diterima sebagai anggota penuh.
Perdana Menteri (PM) Timor Leste Xanana Gusmao mengatakan keanggotaan penuh ASEAN menjadi awal dari babak baru negara yang ia pimpin.
“Bagi rakyat Timor Leste, ini bukan sekadar mimpi yang terwujud, tetapi penegasan kuat atas perjalanan kami. Perjalanan yang diwarnai ketangguhan, tekad, dan harapan,” ujar Xanana.
Ia menambahkan, Timor Leste berkomitmen penuh untuk menjaga perdamaian di kawasan ASEAN.
Sebagai anggota baru, ungkap Xanana, Timor Leste siap untuk menerima masukan dari negara tetangga dan berkolaborasi dalam pembangunan kawasan.
