Foto:Dok.Irish Times
Jakarta, TM – Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menegaskan, Israel akan menentukan negara mana saja yang boleh bergabung dalam pasukan keamanan internasional atau Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) di Gaza.
“Kami memegang kendali atas keamanan, dan kami juga telah menegaskan mengenai pasukan internasional bahwa Israel akan menentukan pasukan mana yang tidak dapat kami terima, dan beginilah cara kami beroperasi,” ujar Netanyahu dikutip Senin (27/10).
Pernyataan tersebut disampaikan PM Israel seiring dengan mencuatnya rencana negara-negara Arab dan muslim di Timur Tengah yang hendak mengerahkan pasukan di wilayah Palestina. Melalui pernyataan yang sama, Netahanyu juga menolak peran Turki dalam pasukan perdamaian tersebut.
Sementara itu, Indonesia dikabarkan bergabung dengan Mesir, Turki, dan Azerbaijan untuk mengirim 4.000 pasukan penjaga perdamaian ke Jalur Gaza, Palestina.
Dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar pada 20 Oktober 2025 di Istana Negara, Jakarta, Presiden RI Prabowo Subianto telah menegaskan kesiapan TNI untuk mengirimkan pasukan ke Gaza dalam rangka mendukung upaya perdamaian di kawasan tersebut.
“Mudah-mudahan kita bisa ikut berperan dalam bidang penyelesaian Gaza. Saya perintahkan TNI kirim 20 ribu (personel perdamaian),” tegas Prabowo.
Baca Juga: Penantian 14 Tahun, Timor Leste Resmi Jadi Anggota ke-11 ASEAN
Rencana pengiriman pasukan itu menjadi salah satu langkah konkret atas komitmen Indonesia dalam mendukung kemerdekaan rakyat Palestina dan mendorong terciptanya perdamaian di Gaza.
Selain itu, Indonesia juga menjadi salah satu negara yang turut mendukung penyelesaian konflik Gaza melalui two state solution, atau pengakuan dua negara, yakni Palestina dan Israel.
ISF merupakan salah satu poin proposal perdamaian yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dalam proposal tersebut dijelaskan bahwa ISF akan melatih serta memberikan dukungan kepada polisi Palestina yang telah diseleksi di Gaza, dan akan berkonsultasi dengan Yordania serta Mesir yang memiliki pengalaman luas di bidang ini. Lebih lanjut dijelaskan, ISF akan menjadi solusi kemanan internal jangka panjang.
