Foto:Dok. Setpres BPMI
Jakarta, TM – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus berkomitmen untuk memberikan rasa aman dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia sekaligus pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi kesehatan.
Hal tersebut disampaikan Penasihat Khusus Presiden Bidang Kesehatan, Letjen TNI (Purn.) Terawan Putranto saat menghadiri peringatan Hari Stroke Sedunia 2026, Rabu (28/10), di Jakarta Selatan.
“Momentum World Stroke Day 2026 ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memperkuat kampanye kesadaran masyarakat tentang bahaya stroke, serta melakukan pencegahan dengan menerapkan hidup sehat,” kata Terawan.
Melalui momentum Hari Stroke Sedunia, Terawan mengajak semua unsur untuk memberikan dukungan dan penghargaan kepada seluruh penyintas stroke yang terus berjuang.
“Mereka tidak berjalan sendiri. Dukungan keluarga, pendampingan tenaga kesehatan, lingkungan yang inklusif, serta perhatian pemerintah merupakan bagian penting dalam membantu proses pemulihan,” ujar terawan.
Baca Juga: Menko Imipas Sebut Pemerintah Masukan Underinvoicing ke Kategori Korupsi
Peringatan World Stroke Day atau Hari Stroke Sedunia 2026 mengusung pesan utama pentingnya mengenali tanda-tanda dan gejala stroke sejak dini. Kampanye ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya stroke serta pentingnya mendapatkan pertolongan medis secara cepat dan tepat.
Stroke merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan medis yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat. Gejalanya dapat muncul secara tiba-tiba, antara lain perubahan bentuk wajah pada salah satu sisi, kelemahan pada lengan atau kaki, serta gangguan berbicara maupun memahami pembicaraan.
Untuk mempermudah masyarakat mengenali gejala tersebut, digunakan metode FAST (Face, Arms, Speech, Time), yaitu mengenali perubahan pada wajah, kelemahan lengan, gangguan bicara, serta pentingnya segera mencari pertolongan medis ketika gejala ditemukan.
