Foto:Dok.nbcnews.com
Jakarta, TM – Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau North Atlantic Treaty Organization (NATO) bakal menambah kekuatan militer mereka di Greenland seiring dengan buntunya perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Denmark mengenai ‘Pulau Arktik’.
Perdana Menteri Greenland, Mute Egede, mengatakan kehadiran pasukan NATO di wilayah itu diperkirakan akan meningkat dalam waktu dekat.
“Tentara NATO diperkirakan akan lebih banyak hadir di Greenland mulai hari ini dan beberapa hari mendatang. Diperkirakan akan ada lebih banyak penerbangan dan kapal militer (di Greenland),” ungkap Egede dalam konferensi pers, Rabu (14/1).
Sementara itu, tiga negara anggota NATO, yakni Jerman, Prancis, dan Swedia, dilaporkan mengirim pasukan militer ke Greenland pada Rabu (14/1) untuk membantu Denmark memastikan keamanan di kawasan tersebut. Greenland sendiri merupakan pulau terbesar di dunia dan berstatus sebagai wilayah otonomi Denmark.
Presiden Prancis Emmanuel Macron melalui media sosial X menyatakan bahwa personel militer Prancis pertama telah diberangkatkan, sementara pengiriman pasukan tambahan akan menyusul.
Di sisi lain, pemerintahan AS Donald Trump menggelar perundingan dengan pejabat Greenland dan Denmark pada Rabu (14/1). Namun, pertemuan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan.
Baca Juga: Pemerintah Wajibkan SPBU Swasta Beli Solar ke Pertamina
Usai pertemuan, Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen menegaskan bahwa gagasan pengambilalihan Greenland oleh AS tidak dapat diterima. Denmark, menurut dia, menolak segala usulan yang tidak menghormati keutuhan wilayah Denmark serta hak penentuan nasib sendiri rakyat Greenland.
Meski demikian, Rasmussen menyatakan Denmark tetap membuka ruang dialog dan berkomitmen melanjutkan komunikasi dengan pihak terkait.
“Kami tidak berhasil mengubah posisi Amerika. Jelas bahwa presiden memiliki keinginan untuk menaklukkan Greenland,” kata Rasmussen, dilansir kantor berita AFP, Kamis (15/1).
