Foto:Dok. Setpres BPMI
Jakarta, TM – Presiden RI Prabowo Subianto mengemukakan opsi pengurangan anggaran pertahanan dan kepolisian guna memastikan kebutuhan dasar rakyat terpenuhi serta mengatasi persoalan kelaparan serta kemiskinan.
Hal tersebut ditegaskan Presiden dalam pidatonya usai memimpin panen raya serentak yang digelar di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, Jumat (17/7).
“Kita harus hilangkan kelaparan. Kita harus hilangkan kemiskinan. Kemiskinan, apalagi kemiskinan ekstrem harus kita hilangkan. Insyaallah kita akan hilangkan. Kita akan hemat anggaran kita. Kita akan bikin efisien. Bila perlu, anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi, untuk menghilangkan kemiskinan,” tegas Prabowo dikuitp dari Kementerian Sekretariat Negara RI.
Baca Juga: Proyek Abadi Masela, Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Timur
Prabowo pun menanyakan kesiapan personel TNI-Polri yang hadir di sana. Jajaran TNI-Polri yang hadir pun menyatakan siap untuk dikurangi anggarannya. Upaya tersebut juga sejalan dengan efisiensi anggaran yang digiatkan oleh pemerintah saat ini untuk mempersiapan masa depan Indonesia.
Dalam konteks tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kekuatan negara tidak hanya ditentukan oleh pertahanan dan keamanan dalam arti sempit, tetapi juga oleh kesejahteraan rakyat. Menurut Presiden, rakyat yang kuat, sehat, dan sejahtera merupakan fondasi utama pertahanan nasional.
“Pertahanan terbaik adalah rakyat yang kuat dan sejahtera. Kalau ada yang macam-macam sama bangsa Indonesia, seluruh rakyat, seluruh rakyat akan membela bangsa ini. Makanya dari sekarang TNI dan Polri di tengah-tengah rakyat, di tengah-tengah petani dan nelayan,” kata Presiden.
