Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin (Foto:Dok.Setpres BPMI)
Jakarta, TM – PT Kereta Api Indonesia (KAI) membantah kabar pemecatan karyawan imbas keluhan seorang penumpang yang mengaku kehilangan barang berupa tumbler (botol minum) saat tertinggal di KRL.
Kabar tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin. “Nggak ada orang itu dipecat,” kata Bobby, dikutip dari finance.detik.com, Kamis (27/11).
Sebagai informasi, peristiwa yang viral di media sosial ini bermula saat seorang penumpang mengunggah kronologi tertinggalnya barang pribadi di KRL di aplikasi Threads dengan nama akun @anitadewi.
Penumpang itu menceritakan, ia naik KRL dari Stasiun Tanah Abang menuju stasiun Rangkasbitung sekitar pukul 19.00 WIB. Setibanya di Stasiun Rawa Buntu, ia baru menyadari coolerbag berisi tumbler minuman tertinggal di KRL.
Ia langsung melapor ke petugas keamanan di stasiun dan menerima informasi bahwa barang tertinggal hanya bisa diambil di Stasiun Rangkasbitung. Keesokan harinya, coolerbag tersebut berhasil ditemukan, namun isinya tak lengkap.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyebut saat ini pihaknya masih menelusuri informasi tersebut lebih dulu untuk memastikan kejadian sebenarnya.
Baca Juga: ICW: 28 Yayasan Mitra MBG Terafiliasi Parpol, Gerindra Terbanyak
Karina menyebut pihaknya tidak membenarkan adanya pemecatan sebagaimana informasi yang beredar. “Sebagai tahap awal, tentunya kami melakukan koordinasi kepada pihak mitra pengelola petugas front liner,” kata Karina.
Ia menjelaskan, operator KRL atau commuter line itu memiliki aturan dan prosedur terkait kepegawaian yang tetap mengacu pada regulasi ketenagakerjaan. KAI Commuter juga akan melakukan evaluasi menyeluruh sehingga situasi serupa dapat dicegah ke depannya.
Karina juga mengingatkan bahwa barang pribadi merupakan tanggung jawab penumpang. Ia juga menjelaskan setiap stasiun memiliki layanan lost and found dan setiap barang yang ditemukan akan didata dan disimpan oleh petugas.
Jika tidak diambil dalam kurun waktu tertentu di stasiun tujuan akhir, maka barang tersebut akan dipindahkan ke gudang pusat untuk penyimpanan lebih lanjut.
“Namun pada prinsipnya, kami tetap mengajak seluruh pengguna commuter line untuk memastikan barang bawaannya aman dan tidak tertinggal. Barang bawaan merupakan tanggung jawab pelanggan,” tutur Karina.
