Direktur Utama (Dirut) Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota. (Foto:Dok. Instagram @bung.joaomota)
Jakarta, TM – BUMN PT Agrinas Pangan Nusantara dilaporkan berencana mengimpor 105.000 unit kendaraan pick up untuk operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dengan total pengadaan senilai Rp24,66 triliun.
Ratusan ribu mobil tersebut terdiri dari 35.000 unit mobil pikap ukuran 4×4 dari produsen Mahindra & Mahindra Ltd (M&M), serta 35.000 unit pikap 4×4 dan 35.000 unit truk roda enam dari Tata Motors. Pemesanan pick up ukuran 4×4 bertujuan untuk mendukung terjangkaunya distribusi di wilayah-wilayah dengan kondisi medan yang menantang, termasuk akses ke area persawahan.
Harga Relatif Murah
Direktur Utama (Dirut) PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota menjelaskan, rencana tersebut dilatarbelakangi oleh faktor harga dan kemampuan industri dalam negeri untuk melakukan pengadaan dalam jumlah yang besar. Menurutnya, harga mobil pick up 4×4 yang disediakan oleh produsen India lebih kompetitif dibandingkan di pasaran Indonesia. Dengan demikian, pembelian tersebut dinilai dapat menghemat penggunaan APBN.
“Jadi dengan mengambil dari India, itu kita menjadi jalan tengah. Jadi adil untuk kita menggunakan biaya anggaran APBN ini secara bijak. Karena kita beli dengan harga yang hampir setengahnya lebih murah daripada produk-produk yang ada di pasaran Indonesia,” jelas Joao Angelo.
Sementara itu, dari sisi produksi, Dirut Agrinas menjelaskan, industri nasional belum bisa memenuhi total pengadaan 70.000 unit dalam kurun waktu yang telah ditetapkan oleh Agrinas. Joao menilai, jika dipaksakan maka akan mengganggu aktivitas distribusi komoditas lainnya.
DPR Minta Penundaan Realisasi
Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta pemerintah untuk menunda rencana impor 105.000 unit mobil pick up untuk operasional koperasi desa Merah Putih. Penundaan tersebut, lanjutnya, dilakukan sampai ada pembahasan lebih detail bersama Presiden Prabowo Subianto.
“Jadi rencana untuk impor 105 ribu mobil pick up dari India, saya sudah menyampaikan pesan kepada pemerintah untuk rencana tersebut ditunda dulu, mengingat presiden masih di luar negeri,” ujar Dasco, dikutip Kamis (26/2).
Sebagai tahap awal realisasi kontrak, sebanyak 1.000 pick up dilaporkan telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok. Namun, Dirut PT Agrinas menjelaskan, pihaknya akan mengikuti arahan dari pemerintah dan DPR seiring dengan permintaan DPR untuk menunda impor kendaraan niaga tersebut.
“Apapun keputusan DPR itu adalah suara rakyat, dan wakil rakyat, saya sebagai direktur BUMN saya akan taat, loyal dan manut apapun keputusan negara, apabila itu memang kepentingan rakyat,” kata Joao saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (24/2).
Baca Juga: Imlek Festival 2577 Jadi Berkah UMKM, Ramai Diburu Pencari Takjil
Ia bahkan menegaskan, dirinya siap jika kemudian akan muncul gugatan dari pihak supplier. “Tanpa sedikitpun saya ragu-ragu kalau seandainya saya harus nanti digugat atau nanti dipermasalahkan oleh pihak supplier, itu sudah tanggung jawab saya, dan saya ambil tanggung jawab itu,” tegas Dirut PT Agrinas Pangan.
