Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsdya TNI Andyawan Martono P., S.I.P., (Foto:Dok.Instagram/Kohanud_nasional)
Jakarta, TM – Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsdya TNI Andyawan Martono mengungkap tiga kekuatan utama sistem terpadu berbasis pertahanan berlapis (layered defense). Ketiganya adalah sensor–shooter, kecepatan komando dan kendali, serta kemampuan deteksi dini terhadap spektrum ancaman modern.
Menurut Pangkohudnas, sistem pertahanan tersebut dapat menjadi landasan bagi terbangunnya pertahanan udara yang efektif dan optimal dalam menjaga kedaulatan ruang udara nasional.
Lebih lanjut, Andyawan juga menyampaikan bahwa penguatan pertahanan udara tidak lagi bertumpu pada keunggulan platform semata, melainkan pada arsitektur sistem yang terhubung, adaptif, dan prediktif.
“Pendekatan ini krusial untuk memastikan ruang udara nasional tetap terkendali secara efektif di tengah dinamika lingkungan strategis yang terus berkembang,” tegas Marsdya TNI Andyawan dikutip dari unggahan instagram @kohanud_nasional, Kamis (26/2).
Baca Juga: Jembatan Gantung Burlah Segera Sambungkan Empat Desa
Kohanudnas merupakan salah satu satuan di jajaran TNI yang bertugas untuk menjaga langit nusantara, melindungi kepentingan nasional, dan mendukung stabilitas keamanan negara, guna mewujudkan pertahanan udara kuat.
Tujuan tersebut direalisasikan melalui integrasi seluruh unsur pertahanan udara yang terdiri dari kekuatan udara TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara.
