Foto: Dok. Istimewa
Jakarta, TM – Pemerintah Kota Pekanbaru memastikan hampir 1.500 anak yang sebelumnya putus sekolah akan kembali melanjutkan pendidikan.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, menyampaikan bahwa seluruh anak yang telah terdata akan difasilitasi untuk kembali bersekolah.
Saat ini, pemerintah kota tengah melakukan proses klasterisasi untuk menentukan jenjang pendidikan yang sesuai bagi masing-masing anak.
“Dari 1.500 anak yang mendaftar ini, kita terima semua,” tegas Zulhelmi Arifin, dikutip dari goriau.com, Kamis (14/8).
Zulhelmi menjelaskan anak-anak ini akan dikelompokkan berdasarkan kebutuhan dan kondisi terakhir, seperti jenjang pendidikan yang pernah ditempuh, kepemilikan ijazah, serta lokasi tempat tinggal.
Baca juga: Riset IPB: Komunikasi Intens Ibu dan Anak Pengaruhi Prestasi Akademik
Ia pun menegaskan langkah ini adalah bentuk komitmen pemerintah kota dalam menjamin akses pendidikan seluruh anak di Pekanbaru. Zulhelmi menyebut kebijakan ini diberikan langsung oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho.
“Jadi wajib sekolah semua. Kebijakan Pak Wali sudah jelas bahwa tidak ada satu orang pun anak di Pekanbaru yang tidak sekolah,” ujarnya.
Adapun angka 1.500 merupakan hasil penjaringan data yang dilakukan pemerintah Kota Pekanbaru dengan melibatkan kader Posyandu di setiap kelurahan.
Ribuan anak yang teridentifikasi putus sekolah tersebut kini sedang dalam tahap pemetaan berdasarkan tempat tinggal serta sekolah terdekat yang dapat menampung mereka.
Anak-anak tersebut nantinya akan diarahkan ke sekolah negeri, swasta, atau mengikuti program pendidikan kesetaraan seperti paket B.
“Mana yang bisa masuk ke sekolah negeri kita masukkan ke negeri, yang ke swasta atau ambil paket juga kita fasilitasi. Semua dibiayai penuh oleh pemerintah kota,” pungkas dia.
