Dok: USA Today
Jakarta, TM – Iran dan Israel sepakat melakukan gencatan senjata usai eskalasi konflik yang terjadi sejak 13 Juni 2025.
Dilansir AFP, Kamis (26/6), Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengumumkan berakhirnya perang 12 hari dan menyatakan bahwa kemenangan baru-baru ini yang diraih Iran merupakan hasil langsung dari tekad yang kuat dan perlawanan heroik rakyat Iran.
“Hari ini, setelah perlawanan heroik bangsa kita yang hebat, yang tekadnya membuat sejarah, kita menyaksikan terbentuknya gencatan senjata dan berakhirnya perang 12 hari yang dipaksakan oleh petualangan dan provokasi Israel,” kata Pezeshkian.
Ia kemudian menggarisbawahi komitmen Iran terhadap koeksistensi dan stabilitas regional. Masoud Pezeshkian menegaskan, kekuatan pertahanan Iran didedikasikan untuk menjaga perdamaian dan membina persahabatan dengan saudara-saudara Muslim dan tetangga-tetangga historis.
Baca Juga: PBB Catat Pemerkosaan Jadi Instrumen Intimidasi Selama Orba
Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu dilaporkan telah mengumpulkan kabinetnya untuk mengumumkan bahwa Israel telah mencapai semua tujuan Operasi Rising Lion dan banyak lagi, sehingga pihaknya juga menyetujui adanya gencatan senjata.
Operasi Rising Lion merupakan bentuk operasi yang dilancarkan oleh Israel terhadap Iran pada 13 Juni 2025, melalui serangan besar-besaran ke fasilitas nuklir, pabrik rudal, dan juga menargetkan pejabat militer Iran.
Dengan adanya gencatan senjata ini, Netanyahu menyatakan bahwa Israel telah mengamankan kemenangan bersejarah. Ia juga menekankan bahwa Israel berhasil menghilangkan dua ancaman eksistensial: bahaya yang mengancam yang ditimbulkan oleh program senjata nuklir Iran dan ancaman 20.000 rudal balistik yang sedang dikembangkan secara aktif oleh Teheran.
