Dok: IG Setkab
Jakarta,TM – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan bahwa minuman pada saat bersulang (toast) yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto saat makan malam bersama Presiden Prancis, Emmanuel Macron di Istana Negara, Rabu (28/5) lalu bukanlah alkohol.
Ia menyebut Prabowo dan para tamu undangan meminum gelas berisi jus apel berkarbonasi.
“Oh itu Sparkling Apple Cider, 100% juices, bukan wine ya dan tidak mengandung alkohol,” ujar Teddy kepada wartawan melalui pesan teks, Jumat (30/5).
Minuman tersebut, jelas Teddy, secara khusus dipilih untuk momen bersulang dalam gala dinner karena bebas alkohol.
“Itu memang yang dipilih buat toast, karena non-alkohol,” ujarnya.
Sejarah Bersulang
Bersulang (toast) merupakan sebuah tradisi yang sudah lama eksis dan dilakukan oleh hampir setiap budaya. Di Yunani, bersulang dianggap sebagai bentuk pujian kepada dewa-dewi mereka dengan harapan akan kesehatan yang panjang. Sementara di Inggris, istilah “cheers” berasal dari ungkapan “have good cheer” yang berarti “semoga kita memiliki semangat yang baik”.
Meski setiap negara memiliki ungkapan ‘cheers’ yang berbeda, namun tujuannya tetap sama, yaitu sebagai ungkapan rasa hormat dan doa untuk kesehatan serta kebahagiaan.
Baca Juga: Ruth Sahanaya Sukses Gelar Konser Tribute to Titiek Puspa
Dikutip dari Kumparan, sejarawan sekaligus penulis buku Toast: Over 1.500 of the Best Toast, Sentiments, Blessing and Graces, Paul Dickson menyebut hampir setiap budaya–Ibrani, Mesir, Persia, Saxons, Huns, kerap bersulang dan minum bersama untuk menunjukkan rasa hormat.
Masih menurut Dickson, ada beberapa legenda sejarah mengenai munculnya prosesi bersulang tersebut. Salah satu kepercayaan mengatakan, kegiatan mendentingkan gelas saat bersulang dapat mengusir iblis karena suara yang dihasilkan dari seperti dentingan lonceng.
Selain itu, ada yang menyebutkan dentingan gelas akan menambah kepuasaan maksimal saat menyesap minuman. Suara dentingan juga dapat melengkapi elemen indera pendengaran, selain indera lain seperti rasa, sentuhan, penglihatan, dan penciuman.
Dickson juga menyebutkan bahwa tradisi bersulang dengan mendentingkan gelas pertama kali muncul di kalangan politikus yang takut minumannya telah ditambahkan racun.
