Seskab Teddy Indra Wijaya berikan pernyataan pers di Bandar Udara Orly, Paris. Dok: BPMI
Jakarta,TM — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menutup rangkaian kunjungan kerja ke Belgia dan Prancis dengan menghasilkan sejumlah capaian penting yang memperkuat posisi Indonesia di level global.
Dalam pernyataannya di Bandar Udara Orly, Paris, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut bahwa lawatan ke dua negara Eropa tersebut berlangsung sangat produktif.
“Bapak Presiden bertemu dengan tiga tokoh penting: Presiden Komisi Eropa, Presiden Dewan Eropa, dan Raja Belgia. Semua pertemuan membuahkan hasil yang signifikan,” ujar Teddy, Selasa (15/7).
Kesepakatan CEPA, Terobosan Ekspor Indonesia ke Eropa
Salah satu capaian utama dari kunjungan ini adalah tercapainya kesepakatan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa. Kesepakatan ini menetapkan tarif ekspor Indonesia ke Eropa menjadi 0 persen.
Baca Juga: Prabowo Ungkap Indonesia Siap Tingkatkan Kerja Sama di Tiga Sektor dengan Uni Eropa
“Tarif sebelumnya ada yang 10–20 persen, kini jadi nol. Ini langkah besar bagi investasi dan industri nasional,” ucap Teddy.
Dengan potensi pasar Uni Eropa yang mencapai 700 juta jiwa, CEPA dinilai membuka akses luas bagi produk dan kerja sama strategis Indonesia.
Indonesia Tamu Kehormatan dalam Parade Bastille Day
Di Prancis, Indonesia mendapat kehormatan sebagai tamu negara dalam Parade Militer Bastille Day. Undangan langsung dari Presiden Emmanuel Macron dinilai sebagai bentuk kepercayaan tinggi terhadap Indonesia.
“Sepuluh tahun terakhir hanya dua kepala negara besar yang diundang: Presiden Trump dan PM Modi. Kini giliran Indonesia,” jelas Teddy.
Partisipasi kontingen Satgas Patriot II Indonesia dalam parade disambut antusias oleh publik dan tokoh dunia. Penampilan pasukan Indonesia di Champs-Élysées menjadi sorotan utama dan simbol pengaruh Indonesia yang semakin diakui secara global.
“Ini menunjukkan Indonesia makin diperhitungkan di panggung dunia,” tutupnya.
