Ilustrasi
Jakarta, TM – Strawberry Moon atau bulan stroberi akan terjadi pada Rabu, 11 Juni 2025. Fenomena ini hanya ditemukan 19-20 tahun sekali.
Bulan purnama merupakan peristiwa yang terjadi saat Bumi tepat berada di antara Matahari dan Bulan. Ini menyebabkan permukaan Bulan sepenuhanya akan diterangi cahaya Matahari.
Di sisi lain, nama Strawberry Moon tidak merujuk pada warna maupun bentuknya yang mirip stroberi, melainkan berdasarkan musim panen stroberi yang bertepatan pada bulan Juni.
Nama julukan khusus yang diberikan pada fenomena bulan purnama bulan Juni, berasal dari masyarakat Amerika.
Baca Juga: Konser Ruth Sahanaya Tribute to Titiek Puspa
Pemandangan langka ini bahkan pernah diabadikan oleh astronot NASA dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
Fase bulan purnama ini terjadi dalam waktu yang sangat bervariasi tergantung pada lokasi Anda di Bumi.
Merujuk pada laman Time and Date, untuk wilayah Indonesia Strawberry Moon akan terjadi pada 11 Juni 2025 pukul 14.43 WIB.
Strawberry moon tahun ini bertepatan dengan titik balik matahari musim panas (summer solstice) di belahan bumi utara, yang merupakan hari terpanjang dalam setahun.
Kala Strawberry Moon menampakkan keindahannya, maka akan menghipnotis mata dengan penampakan bulan berwarna kuning-oranye saat berada di dekat cakrawala.
Hal itu terjadi kerena adanya aktivitas dark atmosfer yang sering kali menyebarkan panjang gelombang cahaya tertentu.
Lebih lanjut, orang Eropa memberikan banyak nama, tentunya selain Strawberry Moon. Ada yang menyebutnya honey moon, mead moon, dan rose moon.
Disebut Honey moon karena biasanya banyak yang menikah pada bulan Juni. Sedangkan mead moon bisa menjadi tanda untuk memanen madu.
Sementara, Rose moon, karena bertepatan dengan mekarnya bunga mawar yang mencapai puncaknya pada bulan Juni.
