KRI Canopus-936 (Foto:Dok. AT)
Jakarta, TM – TNI Angkatan Laut resmi menyambut kedatangan KRI Canopus-936, kapal bantu hidro-oseanografi ocean going (BHOD-OG) berteknologi modern yang akan memperkuat kemampuan survei, pemetaan, serta pengelolaan data kelautan nasional. Kehadiran kapal ini menandai langkah strategis Indonesia dalam membangun kemandirian data laut sekaligus memperkokoh peran sebagai poros maritim dunia.
KRI Canopus-936 memiliki panjang 105 meter dengan daya jelajah hingga 60 hari. Kapal ini mampu beroperasi dari perairan dangkal hingga laut dalam dengan kedalaman mencapai 11.000 meter.
Kapal yang dikomandani Kolonel Laut (P) Indragiri Y. Wardhono itu memulai pelayaran perdana dari galangan Abeking & Rasmussen, Lemwerder, Jerman, pada 14 Maret 2026. Pelayaran sejauh 12.798,5 nautical mile tersebut berlangsung dalam sandi “Operasi Dhruva Samudra-26” dengan sejumlah persinggahan di pelabuhan internasional untuk logistik, koordinasi teknis, serta misi diplomasi TNI AL.
Etape pelayaran meliputi rute Jerman–Spanyol, Spanyol–Nigeria, Nigeria–Afrika Selatan, Afrika Selatan–Mauritius, Mauritius–Lampung, dan terakhir Lampung–Jakarta.
Sebagai kapal riset kelautan, KRI Canopus-936 dilengkapi teknologi canggih seperti Hydrographic Survey Launcher (HSL), Autonomous Underwater Vehicle (AUV), Remotely Operated Vehicle (ROV), Autonomous Surface Vehicle (ASV), serta Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Peralatan ini memungkinkan pelaksanaan survei hidrografi, oseanografi, geofisika, hingga pemetaan detail dasar laut dengan akurasi tinggi.
Baca Juga: Mengudara dengan F-16, KSAU Lakukan Patroli Udara di Wilayah Utara Indonesia
Selain fungsi ilmiah, kapal ini juga mendukung operasi militer dan keamanan laut, termasuk pemetaan jalur kapal selam, deteksi ranjau, patroli keamanan, serta dukungan intelijen maritim. Dalam operasi kemanusiaan, KRI Canopus-936 mampu melaksanakan misi pencarian dan pertolongan (SAR), termasuk deteksi sinyal darurat dan pencarian objek di dasar laut.
Kehadiran KRI Canopus-936 diharapkan menjadi tulang punggung penyediaan data laut nasional yang akurat. Data tersebut penting untuk menjamin keselamatan pelayaran, mendukung eksplorasi sumber daya laut, serta memperkuat kedaulatan wilayah perairan Indonesia.
Dengan semboyan “Ksatriya Mapaka Samudra”, KRI Canopus-936 siap mengemban tugas sebagai garda terdepan pemetaan dan eksplorasi laut Indonesia.
Sebagai informasi, upacara penyambutan berlangsung di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (11/5), yang turut dihadiri Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Wakil Menteri Pertahanan RI Marsekal TNI (HOR) (Purn.) Donny Ermawan Taufanto, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, dan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono.
