Pesawat NC-212. (Dok. Dispenau)
Jakarta, TM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan sebelas pesawat angkut untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Sumatra Selatan (Sumsel).
Penerangan Grup1 Angkut melalui unggahan instagramnya merinci, belasan pesawat itu terdiri dari A400M, C-130J Super Hercules, C-130 HS Hercules, CN-295, serta Casa-212. Pesawat-pesawat itu berasal dari empat skadron udara yang berbeda, yakni Skadron Udara 31 dan Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta; serta Skadron Udara 32 dan Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. Adapun operasional pesawat-pesawat tersebut berada di bawah jajaran Grup 1 Angkut.
Beragam jenis pesawat angkut TNI AU itu mengemban tugas yang berbeda-beda, yaitu mengangkut materi yang digunakan dalam operasi modifikasi cuaca (OMC) dan melakukan penyemaian natrium klorida (NaCl).
Satu unit A400M, sebagai pesawat angkut terbesar yang saat ini dimiliki oleh TNI Angkatan Udara, bertugas untuk mengirim _ cold storage container_ ke Lanud Sri Mulyono Herlambang (SMH), Palembang serta Lanud Sjamsudin Noor (SAM) Kalimantan. Kemudian, C-130J Super Hercules lepas landas dengan mengangkut distibusi bahan semai untuk pelaksanaan OMC.
Baca Juga: Sejumlah Pesawat Angkatan Udara Prancis Telah Tiba di Jakarta untuk Misi Pegase 2026
Di sisi lain, C-130 HS Hercules dan CN-295 dipasangi perangkat khusus yang berfungsi untuk mendukung proses penyemaian natrium klorida (NaCl). Satu pesawat C-130J Super Hercules yang telah dikonfigurasi dengan konsol OMC siap beroperasi, sementara satu pesawat lainnya masih dalam proses pengerjaan. Dalam pembagian wilayah operasi, C-130J Super Hercules ditugaskan ke Sumatra Selatan, sementara CN-295 beroperasi di Kalimantan.
Selain itu, dukungan penyemaian bahan untuk OMC juga dilakukan dengan menggunakan pesawat Casa-212 yang tersebar tiga di Kalimantan dan dua lainnya di Sumatra Selatan.
