Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan saat menjadi pembicara Jakarta Future Festival 2025, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Minggu, (15/06/2025). (MAN/TM).
Jakarta, TM – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan menyebut kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, penggerak akar rumput dan masyarakat adalah kunci membangun kota yang ramah perempuan, anak, kelompok rentan.
Hal tersebut disampaikan Veronica lewat agenda Jakarta Future Festival 2025: “Collaborate to Elevate!” yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Taman Ismail Marzuki, Minggu (15/6).
“Kata kunci kita adalah kolaborasi. Apakah kita bisa melakukan dengan cepat? Bisa. Asalkan kita kolaborasi,” tegas Veronica.
Veronica mengatakan kota yang aman bukan berarti tidak memiliki masalah. Menurutnya, situasi aman dapat dicapai lewat keberanian menjawab setiap persoalan, terlebih dalam kota yang dinamis seperti Jakarta.
“Kita juga harus memastikan kota Jakarta itu mendapat perlindungan yang cepat juga. Dari KemenPPPA mencoba upgrade dengan memberikan penguatan terhadap (call center) SAPA 129 yang terintegrasi antara pusat, daerah, di UPTD,” tuturnya.
Baca Juga: Menteri Pariwisata Sebut BBTF Jadi Gerbang Promosi Pariwisata Indonesia ke Kancah Global
Selain itu, Veronica mengatakan langkah lain yang perlu dilakukan adalah menyelaraskan perspektif gender pada semua lini negara, terutama penegak hukum dan Unit Pelaksana Teknis Daerah.
Ia menilai hal tersebut sekaligus membuat Pengarusutamaan Gender (PUG) menjadi poin krusial dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Yang perlu kita lakukan adalah menyamakan semua perspektif dari para penegak hukum; UPTD, untuk membuat perspektif sama terhadap perempuan, anak dan kaum rentan,” jelas dia.

Dalam kesempatan tersebut, Veronica juga mengajak masyarakat untuk bekerja sama menyuarakan isu tersebut lewat ragam kolaborasi. Sebab ia menyadari langkah cepat bisa dilakukan bila semua komponen menyadari pentingnya keadilan gender.
“Pengadaan layanan, ada. Tapi penguatan-penguatan kapasitas perlu waktu. Hari ini ada temen semua (audiens), kita mendorong media, masyarakat untuk memberi respons yang sama,” pungkas Veronica.

2 thoughts on “Wamen PPPA Sebut Kolaborasi Kunci Wujudkan Kota Ramah Perempuan dan Anak”
Comments are closed.