Wakil Menteri PPPA Veronica Tan (Foto. Dok: MAN/TM)
Jakarta, TM – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA), Veronica Tan membuka Kids Biennale Indonesia 2025 di Galeri Nasional, Jakarta, Kamis (3/7).
Veronica mengatakan resiliensi adalah keterampilan yang mesti dimiliki anak-anak Indonesia. Menurutnya, kecakapan beradaptasi dan pulih dari masalah pada anak-anak harus dibangun oleh orang dewasa di sekitarnya.
“Bagaimana kita memperkuat daya resiliensi dengan acara seperti ini (Kids Biennale). Ini adalah usaha memberikan fasilitas bagi semua anak-anak, termasuk disabilitas,” ujar Veronica.
Veronica mengatakan tema ‘Tumbuh Tanpa Takut’ yang diusung oleh agenda ini turut membangun resiliensi pada anak. Sebab, lewat tema tersebut anak-anak dapat menyuarakan pandangannya lewat tiga isu besar, yakni ancaman kekerasan seksual; perundungan; dan toleransi.

Selain itu, Veronica juga menyinggung resiliensi dan hubungannya dalam penggunaan gadget oleh anak. Menurut dia, mengantisipasi dampak buruk gawai harus dilakukan oleh semua pihak, terutama keluarga.
Baca Juga: Rencana Kolaborasi Tiga Kementerian, Wamen Veronica Tan Kunjungi NTT
“Bagaimana cara kita memberikan resiliensi kepada anak, ini adalah pekerjaan rumah kita bersama,” tutur Veronica.
“Kita berharap ini kolaborasi, tapi kita harus lihat bahwa ini adalah kunci bersama orang tua. Bagaimana orang tua memberi pendampingan supaya anak-anak kita tidak sakit mental, terutama dalam bergadget,” sambungnya.
Dalam mendukung kolaborasi tersebut, Veronica mengatakan pihaknya juga melakukan sejumlah langkah, salah satunya dengan mendukung segala bentuk upaya mencapai Indonesia Emas 2045 serta memperkuat layanan hotline SAPA 129. “Sehingga kalau ada masalah, berharap kita bisa membantu,” ungkapnya.

Kids Biennale Indonesia 2025 berlangsung hingga 31 Juli. Agenda ini memamerkan 142 karya seni gubahan anak dan remaja dari berbagai wilayah Tanah Air.
