Foto:Dok. Kementan RI
Jakarta, TM – Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan pentingnya peran kejaksaan dalam mendukung percepatan swasembada pangan nasional.
Seluruh jajaran, mulai dari Kejaksaan Tinggi (Kajati) hingga Kejaksaan Negeri (Kajari), diperintahkan untuk mengawal penuh program-program Kementerian Pertanian (Kementan) yang dipimpin Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
“Saya perintahkan untuk semua daerah mendukung kegiatan Kementerian Pertanian. Ini langkah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, dan hukumnya wajib bagi seluruh jajaran kejaksaan untuk mendukung,” tegas Burhanuddin saat menghadiri Panen Raya Jaksa Mandiri Pangan di Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (19/8).
Burhanuddin menekankan bahwa pangan adalah isu strategis yang berkaitan dengan stabilitas sosial, ekonomi, bahkan hukum. Ia mengingatkan akan menegur aparat kejaksaan yang tidak turut mendampingi Mentan Amran dalam mengawal program pangan.
“Kalau Pak Menteri berkunjung ke daerah dan tidak ada orang kejaksaan yang ikut, saya akan tegur,” ujarnya.
Menurut Burhanuddin, krisis pangan dapat memicu berbagai persoalan, termasuk kerawanan sosial dan praktik korupsi. Karena itu, kejaksaan menempatkan dukungan terhadap program pangan sebagai bagian dari penegakan hukum yang berpihak pada rakyat.
“Pangan adalah soal perut. Kalau perut kosong, bisa merembet ke mana-mana. Wajib bagi kita semua memastikan program pangan berjalan lancar,” imbuhnya.
Selain mengawal program Kementan, kejaksaan juga memanfaatkan aset sitaan kasus korupsi untuk program Jaksa Mandiri Pangan.
Baca Juga: KAI Siapkan Kereta Khusus Petani dan Pedagang, Dorong Akses Ekonomi Daerah
Lahan sitaan tersebut kini ditanami padi dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat, menjadi bukti bahwa penegakan hukum dapat berjalan seiring dengan pembangunan.
Mentan Amran mengapresiasi dukungan Jaksa Agung. Menurutnya, keterlibatan kejaksaan mempercepat berbagai program pertanian, mulai dari distribusi pupuk hingga pencetakan sawah baru.
“Kalau Kementan yang minta, kadang prosesnya tertunda. Tapi kalau ada perintah Kajati atau Kajari, malam itu juga langsung jalan. Dampaknya luar biasa untuk percepatan produksi pangan,” kata Amran.
Ia optimistis target swasembada pangan nasional bisa tercapai lebih cepat dari yang direncanakan Presiden.
“Insyaallah, kalau semua bergerak serentak tanpa goncangan, target empat tahun bisa kita capai hanya dalam satu tahun. Ini bukti kerja sama pertanian, kejaksaan, dan berbagai pihak nyata hasilnya,” ujarnya.
Panen raya di Bekasi ini menjadi momentum penting kolaborasi penegakan hukum dan pembangunan pertanian. Dengan dukungan lintas sektor, pemerintah yakin Indonesia bisa mempercepat langkah menuju kedaulatan pangan.
