Foto:Dok. KAI
Jakarta,TM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghentikan sementara operasional 18 perjalanan kereta api di lintas Timur Daop 1 Jakarta pada Rabu (20/8).
Hal tersebut dilakukan pasca terjadi gempa di wilayah Kabupaten Bekasi pada pukul 19.54 WIB.
Sebagai langkah antisipasi, KAI segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jalur, prasarana, dan sistem persinyalan. Selama proses tersebut, sejumlah kereta api jarak jauh (KAJJ) maupun commuter line dihentikan sementara di berbagai stasiun maupun lintas untuk memastikan keamanan perjalanan.
“Keselamatan adalah prioritas utama kami. Oleh karena itu, operasional kereta api dihentikan sementara hingga seluruh proses pemeriksaan dipastikan aman untuk dilintasi,” ujar Vice President Public Relations KAI, Anne Purba dalam rilis yang diterima.
Setelah pemeriksaan selesai dan dinyatakan aman, perjalanan kereta api di lintas Timur Jakarta kembali normal mulai pukul 20.32 WIB.
Sementara itu, di wilayah KAI Daop 2 Bandung dan Daop 3 Cirebon, petugas KAI masih melakukan pengecekan menyeluruh untuk memastikan jalur aman sebelum kembali dioperasikan secara normal.
Diketahui, gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4,9 mengguncang wilayah Jakarta dan sekitarnya, Rabu (20/8) pukul 19.54 WIB. Hasil analisis data seismik sementara, pusat gempa bumi tersebut berada di darat pada titik koordinat 6.48 LS dan 107.24 BT atau 14 kilometer sebelah tenggara Kabupaten Bekasi dengan kedalaman 10 kilometer.
Baca Juga: KAI Siapkan Kereta Khusus Petani dan Pedagang, Dorong Akses Ekonomi Daerah
Hampir sebagian besar masyarakat Jakarta merasakan guncangan selama 1-4 detik. Merasakan guncangan tersebut, banyak warga berhamburan keluar rumah maupun gedung-gedung pencakar langit.
Sementara itu, guncangan gempa bumi juga dirasakan dengan intensitas sedang hingga kuat oleh masyarakat di sejumlah wilayah seperti Kota Depok, Kota dan Kabupaten Bekasi, Kota dan Kabupaten Bogor, Kabupaten Karawang hingga Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Merespon hal tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., segera memerintahkan jajaran untuk melakukan koordinasi awal untuk monitoring lapangan dan kaji cepat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) baik di Provinsi Jakarta, Kota/Kabupaten Bekasi, Tangerang dan sekitarnya.
“Segera cek dan laporkan,” pinta Kepala BNPB dalam siaran pers yang diterima redaksi Think Medio, Rabu (20/8) malam.
