Foto:Dok. IST
Jakarta, TM – PT Waskita Karya (Persero) Tbk resmi melakukan perubahan struktur susunan pengurus perseroan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu (20/8).
Agenda tunggal dalam rapat tersebut adalah penetapan jajaran komisaris dan direksi sebagai upaya memperkuat tata kelola dan mendukung peningkatan kinerja operasional serta transformasi bisnis berkelanjutan.
Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita menyebut, langkah ini merupakan komitmen perseroan agar tetap adaptif terhadap dinamika industri dan menyiapkan strategi dalam menghadapi tantangan ke depan.
“Perubahan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Waskita untuk memperkuat fundamental perusahaan, meningkatkan sinergi, sekaligus memastikan pemulihan kinerja keuangan Perseroan,” ujar Ermy dalam keterangan resminya.
Baca Juga: Dirut BUMN Agrinas Pangan Mengundurkan Diri, Ungkap Dukungan Anggaran Masih Nol
Dalam RUPSLB tersebut pemegang saham menyetujui perubahan susunan jajaran pengurus perseroan.
“Susunan Dewan Komisaris baru ditetapkan guna meningkatkan struktur pengawasan untuk meningkatkan kinerja perseroan,” jelas Ermy.
Posisi Komisaris Utama/Independen kini dijabat oleh Heru Winarko.
Sementara komisaris lainnya terdiri dari:
Komisaris: Ade Abdul Rochim
Komisaris: Hasby Muhammad Zamri
Komisaris Independen: Aqila Rahmani
Komisaris Independen: Muhammad Harrirar Syafar
Komisaris Independen: Muhammad Abdullah Syukri
Sementara itu, susunan direksi meliputi:
Direktur Utama: Muhammad Hanugroho
Direktur Keuangan: Wiwi Suprihatno
Direktur Business Strategic, Portfolio & Human Capital: Rudi Purnomo
Direktur Operasi I: Ari Asmoko
Direktur Operasi II: Dhetik Ariyanto
Dalam tubuh PT Waskita Karya (Persero) Tbk juga terjadi penghapusan nomenklatur jabatan Direktur Risk Management, Legal dan QSHE WSKT yang sebelumnya dijabat oleh Anton Rijanto.
Waskita sebelumnya mendapatkan persetujuan restrukturisasi dari 22 kreditur perbankan dengan total nilai Rp31,65 triliun melalui Master Restructuring Agreement (MRA) dan Kredit Modal Kerja Penjaminan (KMKP) 2021.
Sepanjang kuartal II 2025. Langkah efisiensi dan restrukturisasi yang dilakukan Perseroan mulai membuahkan hasil.
Hal itu terlihat dari kenaikan laba bruto sebesar 14,4 persen year on year (yoy) atau Rp83,1 miliar. Dengan begitu, nilainya menjadi sebesar Rp661,3 miliar dari sebelumnya Rp578,2 miliar.
Waskita pun berhasil melakukan efisiensi biaya. Keberhasilan itu terlihat dari penurunan beban keuangan yang mencapai 18,3 persen yoy, dari Rp2,3 triliun pada kuartal dua tahun lalu menjadi Rp1,9 triliun.
“Perseroan saat ini juga terus berkomitmen membayar kewajiban kepada vendor. Per Juni 2025, sisa utang vendor past due Waskita turun drastis hingga 78,53 persen atau sebanyak Rp267 miliar dari posisi pada kuartal I 2025,” jelas Ermy.
