Foto:Dok. Istimewa
Jakarta, TM – Kekuatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI Angkatan Laut (TNI AL) semakin kokoh dengan hadirnya KRI Brawijaya-320.
Kedatangan kapal baru tersebut disambut langsung oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, serta Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali di Dermaga 107, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (8/9).
Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal) dalam siaran persnya menjelaskan, KRI Brawijaya-320 merupakan kapal fregat terbesar di Asia Tenggara. “KRI Brawijaya-320 (KRI BWVJ-320) merupakan kapal jenis fregat terbesar se-Asia Tenggara milik TNI AL yang telah tiba di Jakarta pada Senin,” tulis Dispenal.
KRI Brawijaya-320 merupakan Multi Purpose Combat Ship dengan dua geladak modular, Amid Modular (geladak tengah) dan Aft Modular (geladak buritan), yang mampu menampung masing-masing 4 dan 5 kontainer berukuran 20 feet standar ISO.
Baca Juga: Latgabma Super Garuda Shield 2025 Resmi Dimulai, Libatkan 13 Negara dan 6.000 Personel
Dari sisi persenjataan, KRI Brawijaya memiliki kemampuan peperangan empat dimensi: anti-udara, anti-kapal permukaan, anti-kapal selam, dan peperangan elektronika.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meminta TNI AL memanfaatkan kapal perang barunya, KRI Brawijaya 320, untuk menjaga sumber daya alam laut Indonesia. “Kita juga dihadapkan kepada tantangan untuk menertibkan dan mengamankan sumber daya alam yang dimiliki oleh negara,” ungkapnya.
Sjafrie menambahkan, KRI Brawijaya-320 sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari penguatan pembangunan kekuatan TNI yang kita sebut sebagai Perisai Trisula Nusantara.
Adapun Perisai Trisula Nusantara merupakan rencana induk pertahanan negara 25 tahun ke depan untuk memperkuat kekuatan dan kesiapan TNI dalam menjamin kedaulatan dan kelangsungan hidup bangsa.
